Connect with us

Riak Retak Zahir – Oky

KILAS DAERAH

Riak Retak Zahir – Oky

Kontra.iD — Ombak kecil di laut Batu Bara belum reda seiring dengan berhembusnya angin laut di daerah itu, namun riak retak Zahir – Oky makin nyata terdengar pecah!

Koalisi itu kini telah ambyar. Setelah Partai Gerindra mengambil posisi berseberangan menyikapi Rakercab DPC partai PDIP Batu Bara, yang dihelat di Pendopo Simpang Dolok, pada Minggu (8/3/20) siang.

Koalisi partai pemerintahan Batu Bara yang sebelumnya didukung partai PDIP, Gerindra, PPP dan PBB itu kini hanya tinggal nostalgia.


Dalam kesempatan itu partai Demokrat, Nasdem, PAN, Golkar dan PKS justru merapat ke PDIP tanpa kehadiran partai Gerindra dalam rakorcab PDIP tersebut.

Kedekatan partai-partai dari luar koalisi itu ibarat seperti pacaran dengan partai koalisi pemerintah, namun tak kunjung menikah.

Dengan merapatnya partai-partai yang dulunya menjadi rival Zahir – Oky di pilkada 2018 lalu, menurut Ketua Gerinda Batu Bara Rafik, Gerindra merasa lebih tersandera.


Gerindra merasa diri seperti ditinggalkan barisan koalisi.

Namun dilain sisi, Rafik juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas sikap politik ketua  PDIP Batu Bara Zahir yang telah  merangkul partai dari luar koalisi.

Padahal usia partai koalisi Pemerintahan Batu Bara, kata Rafik lebih dari 1 tahun. Namun Kontrak politik yang disepakati oleh partai koalisi kini kian menjauh. Terutama partai PDI dan Gerindra.

Ketua Partai Gerindra Batubara Muhammad Rafik.

Saat ditanya kenapa Gerinda tidak ikut menghadiri Rakercab PDIP.

Rafik justru singung indikasi ketidakharmonisan hubungan antara Bupati dan wakil Bupati Zahir – Oky, diluar dari konteks kepartaian.

“kita enggak diundang mungkin saja karna indikasi Bupati dan Wakil kurang harmonis, tapi ketidakharmonisan ini saya yakini diluar konteks kepartaian” kata Rafik kepada Kontra.ID, (8/3/20).

Saat diberondong dengan berbagai pertanyaan mengenai keretakan itu, Rafik konsisten menyebut indikasi ketidakharmonisan Zahir – Oky-lah penyebab partai Gerindra dijadikan sebagai kambing hitam.

“Itu indikasi sehingga PDIP tak mengundang Gerindra,” kata Rafik. “Sehubungan wakil Bupati kader partai Gerindra.” timpal Rafik.

Rafik tampak ingin meredakan suasana ketidakharmonisan tersebut agar tak berlarut, tatkala Gerindra terus terkena imbas.

Kepada Kontra.ID, Rafik menegaskan antara sahabat sekalipun tentu ada perbedaan. “Apa lagi partai politik. Hal itu wajar dan biasa dalam (partai) politik, tapi kepolitikan di daerah kita sudah selesai,” kata Rafik.

Dicecar apakah Gerindra kecewa  tak diundang partai PDIP?

Rafik menjawab tidak. “Enggak, enggaklah!” kata Rafik.

Rafik mencontohkan. Celakanya.(kenapa) indikasi ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati, “Gerindra pula yang terkena imbas,” kata Rafik.

Meski mengaku tak kecewa atas sikap Ketua PDIP tak mengundang  Gerindra. justru PDIP mengundang partai lain dari luar koalisi. Rafik mengaku tetap berfikir positif.

“Mungkin saja dia (Zahir) lupa mengundang kita, kita masih berfikir positif kok,” ujar Rafik.

Namun Rafik belum memperjelas sikap kedua arah partai politik tersebut akibat perpecahan Bupati dan wakil yang kian melebar.

Sebagai partai besar, Rafik berkilah, Gerindra tak mungkin menutup komunikasi dengan PDIP. “yang pasti Gerindra tetap komitmen mendukung pemerintah Batu Bara sampai sekarang.” katanya.

Meski pesimis, Rafik yakin ke 4 Partai Koalisi yang memenangkan Zahir – Oky di pilkada Batu Bara 2018 lalu tak akan bubar sampai 2024. Dia menganggap indikasi ketidakpuasan anggota koalisi merupakan suara perorangan belaka. “Itu riak-riak perorangan”.

“Karna Gerindra sampai saat ini tetap solid dan baik-baik saja  dengan Bupati dan PDIP,” katanya.

“Riak-riak perorangan dalam koalisi itu dibiarin saja” cetus Rafik.

Rafik kemudian memastikan Partai Gerindra tetap berada dalam garis koalisi, meski dilain pihak PDIP sendiri tak mengundang Gerindra.

“Kita tetap dalam koalisi,” cetusnya.

Sebelumnya pada Rakercab PDIP Batu Bara, Bupati Zahir yang juga ketua PDIP di daerah itu berharap seluruh partai politik, para politikus, ormas dan ulama agar lebih solid lagi bergerak bersama mendukung Pemerintah.

Ketua DPC PDIP kabupaten Batu Bara Zahir saat membuka Rakercab, pada Minggu (8/3) di Pendopo Simpang Dolok.

”Bangun solidaritas membangun Batu Bara, karena Pemerintah Zahir – Oky merupakan Pemerintahan rakyat, Parpol, Ormas dan ulama,” pungkas Bupati Batu Bara Zahir tanpa dihadiri wakilnya, Oky Iqbal Frima. **TAF.

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top