Connect with us

Proyek Hotmix Simpang Dolok Tak Sesuai spesifikasi, Seperti ‘Kotoran Sapi’

KILAS DAERAH

Proyek Hotmix Simpang Dolok Tak Sesuai spesifikasi, Seperti ‘Kotoran Sapi’

Kontra.ID — Pekerjaaan proyek peningkatan jalan hotmix Simpang Tiga Talawi menuju Simpang dolok yang dilaksanakan oleh PT. Barokah Utama Karya di diduga bermasalah.

Sebab, proyek yang mengunakan beban dari anggaran APBD Batu Bara sebesar Rp 5.6 Miliar itu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam perjanjian kontrak kerja, Demikian dikatakan Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Batu Bara (Ampera), Ahmad Fatih Sultan, “Sehingga hasil pekerjaan tidak maksimal, dan aspal hotmix pun menumpuk seperti kotoran sapi” ucap nya

Dokumen Hitungan Perkiraan Sendiri (HPS) Dinas PUPR Batu Bara

Proyek hotmix Simpang Tiga Talawi menuju Simpang Dolok sepanjang 2.81 Kilometer yang masih tergolong balita ini, masih menyimpan teka-teki. Pasalnya, proyek yang dikelola oleh dinas PUPR Batu Bara yang bersumber dari dana APBD Tahun 2018 dengan nilai Pagu sebesar Rp. 5.604.600.000,00 diduga keras sarat rekayasa dengan memainkan Selisih Pagu dan HPS dengan Penawaran Dibawah 5 Persen dengan diikuti oleh 64 perusahaan yang mendaftar, tapi hanya dua perusahaan yang memasukkan penawaran saat melakukan lelang melalui laman LPSE Batu Bara.


Daftar Peserta yang melakukan Penawaran Lelang

“Penyidik diduga ‘Tutup Mata’ terhadap proyek ini. Apakah harus kita biarkan ada penyalahgunaan anggaran negara,” ujar sumber dengan nada keras.

Indikasi dugaan kebocoran uang negara yang satu ini dapat dilihat sewaktu penghamparan campuran aspal hot mix yang dihasilkan dari alat produksi Asphalt Mixing Plant [AMP] pada permukaan jalan yang dikerjakan tidak mengunakan alat Asphalt finisher. Sehingga jalan tidak rata dan ketebalannya beraneka.

Selain itu, hamparan hotmix diduga dilakukan saat suhu dingin. Akibatnya, tidak menempel, kualitas dari pekerjaan hotmix ini pun mengunakan Material Kadaluarsa, sehingga hasilnya jelek seperti kotoran sapi.


Celakanya, saat pengerjaan proyek tak seorang pun perwakilan dari CV Mandiri Teknik Konsultan selaku pihak pengawas konsultan yang telah dibayar sebesar Rp.141.790.000,00 maupun pejabat yang berkompeten berada di lokasi ini. Sehingga pihak kontraktor PT. Barokah Utama Karya selaku pelaksana kegiatan sangat leluasa melancarkan praktek seenak perutnya mengaspal dengan hotmix bersuhu sangat dingin bercampur air hujan tersebut.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, sebab sudah cukup besar anggaran daerah yang digelontorkan untuk pembangunan jalan tersebut. Sehingga kalau pekerjaannya asal jadi dengan mengunakan material yang sudah kadaluarsa, tentu merugikan masyarakat.

“Nampaknya sangat dibutuhkan revolusi mental dengan merehabilitasi pangkat jabatan terhada ASN di Dinas PUPR Batu Bara. Hal mustahil kualitas proyek yang baik akan tercapai, bila pengawasan tidak dilaksanakan dengan baik pula,” ucapnya.

Lebih tegas dikatakannya jika selama tiga bulan masa pemeliharaan pekerjaan ini tidak segera dilakukan perbaikan, Ahmad Fatih Sultan memastikan hasil pekerjaan proyek tersebut akan dilaporkan ke  BPKP/BPK untuk dilakukan audit total.

Proyek ini bersama enam paket lainnya sedang dalam proses konsultasi dengan tenaga ahli dari USU untuk dilaporkan
ke Inspektorat, Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indinesia serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh salah satu Ormas ternama di Batu Bara.

Hingga berita ini digubrik, upaya konfirmasi ulang kepada pihak berkompeten masih diupayakan. [Kontra/*AF]

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Proyek Hotmix Dinas PUPR Batu Bara Gunakan Material Kadaluarsa Kontra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top