Connect with us

Bekas Timses Masuk TBUPP, Bupati Zahir Dikritik Wakilnya

KILAS DAERAH

Bekas Timses Masuk TBUPP, Bupati Zahir Dikritik Wakilnya

Kontra.ID — Orang-orang yang pernah bekerja sama dengan Bupati Batubara, Zahir dan wakilnya, Oky Iqbal Frima, kembali masuk Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP).

Salah satu diantaranya yang pernah menjadi ketua tim sukses (timses) Zahir-Oky dalam pemilihan Bupati Batubara tahun lalu, ialah Syaiful Syafri.

Kini ditunjuk untuk memimpin Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) di Pemerintah Batubara.

Menaggapi cibiran yang beredar ditengah masyarakat, Wakil Bupati Batubara, mengaggapinya dengan santai.

Meskipun Oky mengganggap bahwa Bupati memiliki kewenangan penuh dalam penunjukan anggota TBUPP tersebut. Justru Oky menyebut Bupati semestinya tak mengisi tim itu dengan orang-orang dekat yang pernah berjasa kepada dia.

Karna hal itu, lanjut Oky, akan menimbulkan stigma negatif ditengah masyarakat, seolah ada balas jasa.


“Harusnya profesional. Tidak ada sangkut-paut dengan timses sebenarnya, pilkada kan sudah selesai, tapi itu kan tetap kembali kepada Pak Bupati juga” ujar Oky, kemarin.

Namun, meskipun Oky merasa terkejut dan menganggap sikap itu sepihak tanpa melibatkanya dalam proses perumusan peraturan Bupati tentang TBUPP itu.

Oky merasa tetap tidak ada masalah sepanjang kebijakan Bupati dalam membentuk Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan itu semata-mata untuk kebaikan kabupaten Batubara.

Oky juga memastikan akan menerima dan menghormati keputusan yang sudah dikeluarkan Bupati terkait dengan pembentukan TBUPP dipimpin oleh matan tim suksesnya tersebut. Meskipin pihaknya tak dilibatkan dalan proses itu.

“Selama ini kan rakyat bertanya terus tentang siapa dan untuk apa TBUPP ini, makanya kita undang rekan rekan media disini, kita berharap tim ini dapat bekerja sesuai tupoksilah, jangan sampai salah terobosan” kata Oky Iqbal Frima , Kamis, 11 Juli 2019, diruang kerjanya.

Sebab, untuk susunan nama-nama yang telah masuk dalam tim Bupati itu, Oky menyebut Bupati Zahir selalu main sendiri dan menutup rapat, serta tak pernah melibatkan wakilnya kedalam tim itu.

Ditegaskan Oky, bahwa dari awal mula pembentukan TBUPP hingga saat ini, Bupati selalu enggan berbagi informasi dengannya menganai pembentukan Tim cepat tersebut.

Bahkan hingga saat ini, Oky mengaku dirinya belum diajak berdiskusi dengan Zahir berkaitan dengan hal itu.

Ajaibnya, kata Oky, namanya sebagai walil Bupati Batubara justru seolah-olah terus-terusan di-ikutserta-kan dengan nama Bupati dalam perumusan pembuatan perbub nomor 13 tahun 2019 tersebut.

“Kadang saya bingung juga, nama tim ini kan atas nama tim Bupati, tapi dalam naskahnya ada juga nama wakil Bupati, padahal saya tak pernah dilibatkan Bupati” terangnya panjang lebar.

“yang pasti saya mendukung TBUPP ini, tapi dengan catatan ya, janganlah sampai salah terobosan, seolah TBUPP ini mengambil sepenuhnya kewenagan Bupati, kita harapkan tidak seperti itu yang terjadi” ujarnya.

Meskipun mendukung, lanjut Oky, tidaklah dukungan itu semata-mata harus diberikannya secara bulat-bulat kepada TBUPP. Sebab sebagai wakil Bupati, ia juga harus menguji dan memberikan rentang waktu masa tim itu untuk bekerja.

Bila mana dalam waktu setahun tim Bupati tersebut tidak bisa menghasilakan perbaikan apapun terhadap kinerja pemerintah, sebaiknya dievaluasi.

“Dalam kurun waktu setahun kedepan kan sudah bisa kita lihat tolak ukur dan keberhasilannya, bila mana statusnya tidak bisa melakukan perbaikan, kalo kata bupati tidak mau membubarkannya karna alasan status TBUPP itu sama dianggap seperti istrinya sendiri, ketuanya kan masih bisa kita sarankan ke bupati untuk dievaluasi”, Ujar Politisi Gerindra itu.

Tak tangung tangung, demi mendukung terwujudnya kinerja tim itu, Oky sampai rela mengikhlaskan rumah dinas yang seharusnya diberikan PT inalum kepadanya untuk ditempati, justru diberikan sepenuhnya kepada Syaiful Syafri (Ketua TBUPP).

“Karna kita mendukung dia lah (Syaiful Safri), makanya sampai kita relakan rumah dinas kita itu diambil sama ketuanya, agar lebih mudah membantu bupati dalam bekerja”

“Ya walupun rumah dinas Pribadi kita belum ada waktu itu, tapi kita ikhlas kok asalkan itu memang bertujuan membangun Batubara, dan kita harapkan bukan sebaliknya” pungkasnya *

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top