Connect with us

Hanya Di Era Zahir, Kontraktor yang Ikut Lelang APBD Diusir dari UKPBJ, Siapa Yang Monopoli Lelang APBD di Pemkab Batu Bara?

KILAS DAERAH

Hanya Di Era Zahir, Kontraktor yang Ikut Lelang APBD Diusir dari UKPBJ, Siapa Yang Monopoli Lelang APBD di Pemkab Batu Bara?

Salah seorang penyedia dari kalangan kontraktor pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang mengikuti lelang proyek pada APBD di pemkab Batu Bara mulai menelisik dugaan monopoli yang dilakukan oleh kalangan keluarga penguasa. “Orang kuat” di daerah itu diduga bersama keluarganya memonopoli proyek APBD dengan mengeruk uang negara lewat ‘kenduri lelang proyek APBD’, dengan kawalan sejumlah preman. sehingga siapapun yang jadi pemenang yang bukan bagian dari restu keluarga, akan berhadapan dengan para preman yang siap mengawal di UKPBJ. Akibatnya, kepala UKPBJ pun mengaku dirinya sebagai korban. Lalu siapa pelakunya?

Kontra.ID — Sejumlah orang kuat yang diduga dapat bekingan dari penguasa di lingkup Pemerintah kabupaten Batu Bara, pada jumat, 24 Juli 2020, mengusir seorang calon penyedia dari kalangan kontraktor yang lulus mengikuti kualifikasi pemenang proyek APBD, yang diselengarakan oleh Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) di Pemkab setempat.

Aksi pengusiran itu dilakukan dengan cara preman justru tak dapat dihindari calon penyedia barang dan jasa dari kalangan kontraktor yang mengaku-ngaku bernama Irwan.

Semulanya Irwan mengaku dirinya diundang oleh UKBPJ Batu Bara, karena dari tiga peserta perusahaan yang mengikuti hasil evaluasi pada lelalng proyek APBD dengan judul, “Normalisasi dan pembuatan tanggul Desa karang baru kecamatan Datuk Tanah Datar
Senilai Rp 500 juta“, hanya perusahaan Irwan sendiri yang lusus untuk mengikuti kualifikasi pembuktikan berkas di UKBPJ.

Kontra.id coba menelusuri laman www.lpse.batubarakab.go.id, dalam proses Evaluasi leleang proyek di UKPBJ dengan judul kegiatan “Normalisasi pembuatan tanggul di kecamatan tanah datar memang diikuti oleh tiga perusahaan peserta lelang, diantaranya Cv Artahsasta, Cv. Damar Karya Mandiri dan Cv. Batu Bara Express.

Namun aksi pengurisan tak terduga terjadi pada diri Irwan, dirinya bersama rekan diusir dan diancam-ancam oleh orang kuat yang diduga ingin pengaruhi pemenang tender yang Irwan menangkan dari ketiga perusahaan tersebut, kejadian itu terjadi pada jumat, 24 Juli 2020.

Karena Irwan diusir dan dirinya terancam, Irwan merasa bila menerobos masuk menghadiri sidang pembuktian lelang ke UKBPJ, dirinya akan berbahaya bila berhadapan dengan anggota FZ.


“Iya berbahaya, takut kami semua sama anggota Faizal,” kata Irwan untuk berita kontra.Id, pada jumat, 24 Juli 2020, pekan tempo lalu.

Kabarnya, kata Irwan, aksi pengusiran terhadap dirinya tersebut dipicu dengan masalah penentuan dugaan untuk mempengaruhi pengantin pemenang lelang dalam proyek
Normalisasi pembuatan tanggul di kecamatan tanah datar tersebut.

Untuk diketahui, dimasa kejayaan kepemimpinan Bupati kabupaten Batu Bara sebelumnya, Ok Arya Zulkarnain tercatat belum ada kejadian aksi pengurisan yang sama secara premanisme yang diduga dibeking penguasa untuk mengintervensi berjalannya lelang proyek APBD di Pemkab Batu Bara.

Kejadian itu yang pertama terjadi hanya di masa pemerintahan Zahir dalam sejarah kabupaten Batubara.

Kejadian premanisme yang diduga kuat dibeking oleh penguasa kuat di daerah itu, diakui oleh Kepala UKPBJ Pemkab Batu Bara, Abdul Zahrul kepada Kontra.id.

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Batu Bara Abdul Zahrul.

“Kejadian sebelumnya tidak ada, sore menjelang malam ini saya baru tau (ada pengusiran tamu undangan dari penyedia kontraktor oleh sekelompok orang di kantor UKPBJ),’ kata Zahrul membenarkan untuk berita Kontra.ID, 29 Juli 2020.

Saat ditanya siapa yang membeking preman dalam memimpin pengusran kontraktor dari medan tersebut, di saat satu-satunya tamu dari kalangan calon penyedia (kontraktor) yang mengikuti pembuktian kualifikasi berkas perusahaan sebagai pra-syarat untuk pemenang lelang APBD?

Mendegar pertanyaan itu Zahrul tertawa, ia menegaskan dirinya tidak pernah memelihara preman untuk menyulitkan kontraktor (diluar pengantin proyek untuk memenagkan lelang APBD) lewat pengaruh jabatan yang dia miliki.

“Ya ga ada, kalo sempat ada yang memelihara (preman di UKPBJ) sudah kacau kita ini,” kata Zahrul, namun Zahurl mengatakannya dengan nada-nada bercanda.

Namun disisi lain, Zahrul juga mengeluh, ia mengaku selama berlangsungnya lelang proyek-proyek APBD di pemkab Batu Bara yang diselengarakan UKBPJ dibawah kepemimpinnnya, tidak pernah ada pengawalan atau pengamanan dari aparat kepolisian maupun dari Satpol PP setempat.

“Tidak ada pengamanan (dari satpol PP dan kepolisian),” kata Zahrul dengan nada rendah.

Karena tidak adanya pengamanan dari aparat kepolisan dan Satpol PP untuk menjamin keamanan bagi calon penyedia yang ikut lelang proyek yang bersumber dari dana APBD di UKBPJ, Zahrul kemudian berpesan apabila kejadian sama terulang di kantor UKPBJ hingga mengancam nyawa penyedia (kontraktor mengikuti lelang) pada saat menghadiri pembuktikan kualifikasi  berkas perusahaan, ia menyarankan kontraktor untuk mengadu kepada pihak kepolisian.

“Kalo penyedia (kontraktor) merasa terganggu (pada saat menghadiri undangan pembuktikan kualifikasi  berkas perusahaan) di UKPBJ, mereka bisa melaporkan kepada yang berwenang,” saran Zahrul memastikan dirinya tidak dapat menjamin keamanan kontraktor pada saat diundang oleh UKPBJ.

Zahrul menegaskan hal seperti “itu bukan bagian kewenagan saya”.

Sebagai orang nomor satu yang memimpin berjalannya proses tender dan lelang pada proyek APBD di kabupaten Batu Bara, Zahrul menolak dirinya disebut-sebut memelihara preman untuk mempengaruhi dan memonopoli proyek APBD di daerah itu, agar dimenagkan oleh pengantin proyek pesanan. “Tidak ada” kata Zahrul.

Secara tegas Zahrul malah menyebut kalo dirinya selama
Ini ikut menjadi korban juga.

“Pada pelaksanaan kemarin itu, kita korban juga, mobil kita jadi korban, mana ada (preman) dipelihara, kalo ada penolakan yang (mengusir) penyedia (kontraktor) datang, kami pun korban,” ungkap Zahrul.

Namun Zahrul tak berkutik saat ditanyakan siapa saja yang menjadi aktor pengurisan terhadap calon penyedia rekanan kontraktor tersebut, Zahrul hanya mejawab dirinya bagian dari korban, hingga saat ini Zahrul belum bisa berkutik.

Namun di lain sisi, meski pun di kantor UKBPJ tidak ada pengawalan dari pihak keamanan saat berjalannya proses tender proyek APBD Batu Bara di UKPBJ, Zahrul mengklaim kantor UKPBJ masih aman jadi tempat bagi para penyedia mendaftar sebagai peserta lelang dalam pusaran proyek APBD di pemkab Batu Bara.

“Sampai saat ini kami masih aman, bahkan di hari senin kemarin itu ada 12 paket aman,” cetusnya. ***

Continue Reading
You may also like...

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top