Connect with us

Pebisnis Brunei Siap Tanam Investasi Triliunan di Batubara

KILAS DAERAH

Pebisnis Brunei Siap Tanam Investasi Triliunan di Batubara

Kontra.ID — Guna mendorong perkembangan investasi di kabupaten Batubara, Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima, berupaya menarik investor Brunei masuk ke kabupaten Batubara.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan jemput bola kepada para investor asing tersebut. Hal ini dilakukan oleh Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima, pada Rabu Sore (6/11/2019).

Oky menjemput Adenan dan Safiee Omar yang juga CEO dan COO perushaan Multippro Resources SDN BHD, bersama rombongannya, yakni President Derector PT Tigaraja Putra Prasada (Toba Highland) Hisar Gurning, bermaksud untuk menawarkan investasi besar di beberapa sektor yang ada di kabupaten Batubara, salah satunya adalah menghubungkan bisnis antara Pelabuhan kwala Tanjung dengan Danau Toba.


Oky bersama Adenan, Safiee Omar dan rombongannya itu juga meninjau langsung ke tempat tersebut untuk melihat bagaimana kondisi dan apa saja perencanaan yang akan dibuat investor itu selanjutnya.

Wabup Oky Jemput Bola Gaet Investor Brunei Masuk ke Batubara.

Mereka mengaku sedang menyiapkan dana hingga triliunan rupiah untuk ditanamkan dalam rangka menghubungkan antara kedua daerah itu.

Saat ditanya apa hubungan antara Kabupaten Batubara dengan Danau Toba?, COO Multippro Resources SDN BHD, Safiee Omar mengatakan akan menyatukan keduanya dalam bisnis wisata mancanegara.


“Kalo misal ada kapal pesiar yang datang untuk berbisnis ke Pelabuhan Kwala Tanjung, mau ngapain dan mau kemana lagi mereka setelah itu kalo tidak berwisata? Nah, disinilah mereka Bisa langsung ke danau Toba” kata Safiee Omar kepada Kontra.ID Rabu (6/11/2019).

Ia juga menambahkan, kondisi jalan Kuala Tanjung menuju Siantar ke Parapat kondisinya memang sudah baik. Average speed nya bisa sampai 70-80 Km/jam.

Namun, dengan adanya konektivitas antara pelabuhan Kwala Tanjung dengan danau toba setelah investasi ini ditanamkan, bisa saja lokasinya hanya memakan 2 jam.

Ia menegaskan, apabila investasi ini telah ditanamkan, maka akan menjadi pintu masuk strategis bagi wisatawan mancanegara. Paket wisata Danau Toba pun bisa langsung ditunjang melalui jalur pelabihan ini.

Wabup Oky bersama Adenan dan Safiee Omar yang juga CEO dan COO perushaan Multippro Resources SDN BHD, bersama rombongannya, yakni President Derector PT Tigaraja Putra Prasada (Toba Highland) Hisar Gurning.

“karna Batubara ini kan sangat potensial sekali, kalo mewakili Indonesia ke ASEAN, yang paling dekat itu adalah kabupaten Batubara, khususnya Kwala Tanjung,” cetusnya.

Syafiee pun lantas mengatakan bahwa pihaknya juga terbuka dengan bentuk investasi selain yang menghubungkan antar kedua daerah itu setelah melihat sambutan yang baik dari pemerintah setempat.

Investasi yang mungkin bisa dijalani juga bisa terkait infrastruktur, perkapalan, Pariwisara, lahan pertanian, Air Bersih, listrik dan lainnya.

“Tapi ini kita matangkan dulu, kami akan terlebih dahulu mendatangkan tim teknis untuk menganalisa lokasi investasi ini, karna sejuah yang telah kita godok potensi yang ada di Sumatera Utara, kalo kita kaitkan indonesia dan ASEAN tadi, yang paling terdekat untuk menghubungkan dengan bisnis ini semuanya ada di disini dan Kabupaten Batubara punya potensi besar apabila dikebangkan,” ungkapnya.

Dia pun memastikan bahwa rencana investasi yang dilakukan di kabupaten Batubara akan menguntungkan tidak hanya bagi pihak kerajaan Brunei dan beberapa perusahaan yang terafeliasi saja, namun pemerintah Indonesia dan daerah Batubara juga akan menikmatai hasilnya, termasuk masyarakat sekitar.

“Tentu kehadiran kami bukan hanya dari pihak pengusaha saja, tapi juga kerajaan Brunei Darussalam. Jadi, investasi kami akan saling menguntungkan, termasuk masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Wabup Oky menjemput Adenan dan Safiee Omar yang juga CEO dan COO perushaan Multippro Resources SDN BHD, bersama rombongannya, yakni President Derector PT Tigaraja Putra Prasada (Toba Highland) Hisar Gurning.

Menaggapi peluang investasi itu, Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima menyambut baik hajatan mereka dengan mendorong para pemodal asing untuk menangkap seluruh peluang usaha di kabupaten Batubara. Khusunya menanamkan modalnya di sektor Pariwisata.

“Di kabupaten Batubara memang ada berbagai peluang usaha yang bisa ditangkap potensinya. Karna sektor pariwisata adalah yang paling menjanjikan saat ini apabila dikembangkan,” kata Wabup Oky meyakini rencana Investor tersebut.

“Selain bisa menanamkan modalnya di sektor perkebunan, Peternakan, Pertanian, Kabupaten Batubara juga saat ini sedang menggalakkan sektor Wisata”

“Peluang investasi di sektor ini sangatlah besar kalo kita mampu mengeliatkannya dengan baik pak, apalagi kita memiliki jumlah destinasi dan agenda pariwsata yang sudah cukup dikenal, ditambah dengan kehadiran Pelabuhan Hub Internasional ini pasti akan saling terhubung,” tuturnya.

Apalagi kata Oky, dari segi geografls, Batubara sangat strategis, secara geo ekonomis juga tak kalah strategis-nya dengan daerah lain yang sudah maju, makanya kata dia, ada pepatah yang mengungkap, “kalau Batubara ini ibarat gula yang diserbu semut dari berbagai manca negara“.

“Harusnya sebagai masyarakat Batubara, kita sendiri yang harus menangkap peluang dan menjadi yang utama. Apalagi dengan adanya proyek strategis nasional di Kwala Tanjung ini, kita harus bisa bersaing dengan daerah lain yang sudah maju,” tandasnya.

Batubara dengan jumlah 412.992 penduduk (BPS), yang terdiri dari 12 Kecamatan dengan luas wilayah 904,96 km2 (BPS) sangat banyak memiliki berbagai kemudahan-kemudahan dalam berinvestasi.

Wakil Bupati Batubara, Oky Iqbal Frima.

“Kita sangat dekat dan terhubung dengan negara-negara ASEAN. Dimana Batubara termasuk jalur perdagangan dan jalur yang sangat cocok dan terbuka untuk pelaku usaha,” ujarnya.

Untuk peluang di sektor Pariwisata dan Budaya kata Oky, sangat banyak seperti Pulau Salah Namo, Pulau pandang, Istana Niat Limalaras, peninggalan sejarah semisal peninggalan Jepang dan Belanda, kampung songket, Hotel, Kuliner dan pembangunan infratuktur.

“Khusus infratuktur di daerah inilah yang sangat terkendala karna keterbatasan anggaran, tapi infrastruktur nasional di daerah ini sangat banyak yang akan dikerjakan, seperti Jalan Tol, Pengembangan Pelabuhan Pelindo, dan jalur pelabuhan menuju kawasan destinasi wisata Danau Toba, dan lainnya,” tukasnya.

Namun diakui Oky, bahwa bicara Pariwisata memang tidak
semudah membalikkan telapak tangan. Di kabupaten Batubara sendiri memang berbeda dengan daerah lain, seperti Samosir dengan Batubara sangat berbeda, karena kabupaten Batubara Iebih menonjol di wisata bahari dan Kebudayaannya.

“Warna budayanya juga berbeda dan sesuai keindahan alam kita dengan serpihan surga dari selat malaka, di pulau-pulau yang terdapat di Batubara. Begitu juga dengan Nias dan Karo tentu berbeda, Simalungun dengan Tapanuli Utara juga berbeda”

“Nah perbedaan inilah yang bisa menjadi warna tersendiri, kita akui kita memang harus bekerja keras dan membutuhkan dana tidak sedikit, disini-lah kita perlu Investor – investor dibidang ini,” paparnya.

“Kita berharap yang menjadi prioritas adalah Wisata Budayanya. Makanya Dinas Pariwisata juga akan direncanakan dibentuk sendiri terpisah dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Artinya kita serius soal Pariwisata dan Budaya di Batubara,” Tutupnya.

Continue Reading
You may also like...
1 Comment

1 Comment

  1. ปั้มไลค์

    7 November 2019 at 12:11 pm

    Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top