Connect with us

Nama Bupati Batu Bara Diseret Dalam Pusaran Megaproyek 10 M Dana Covid-19 di RSUD, Begini Pengakuan Kadinkes

Bupati kabupaten Batu Bara Zahir saat melantik Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara Wahid Khusairi bersama 12 pejabat eselon II di Rumah dinasnya, Foto istimewa | Dokumen Kontra.ID

KILAS DAERAH

Nama Bupati Batu Bara Diseret Dalam Pusaran Megaproyek 10 M Dana Covid-19 di RSUD, Begini Pengakuan Kadinkes

Kontra.ID — Mega proyek untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batu Bara, Sumut, dalam penanganan virus Corona (COVID-19) bernilai Rp 10 miliar lebih mulai menggelinding liar.

Nama Bupati kabupaten Batu Bara Zahir ikut diseret-seret dalam rencana pembangunan megaproyek bernilai puluhan miliar memakai dana Covid-19 tersebut.

Sebelumnya, proyek bernilai puluhan miliar memakai dana Covid-19 di daerah ini sempat menjadi pantauan awak media, juga menyeret sejumlah nama dari kalangan orang terdekat adik kandung Bupati Batu Bara, Ok Faizal, yakni Loly Sastra ditunjuk sebagai rekanan proyek ini.

Kadinkes Batu Bara sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di daerah itu, Wahid Khusairi membenarkan anggaran 10 miliar  mega proyek tersebut bersumber dari dana Covid-19 Batu Bara.

Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara drg Wahid Khusyairi – Foto dokumen.

“Dananya belum pasti 10 miliar”, ya mungkin (10 Miliar) mungkin saja diatas (10 miliar),” kata Wahid Khusairi melaporkan untuk berita Kontra.ID, pada, Rabu, (10/6/2020).

Lebih lanjut, Wahid menerangkan, Anggaran lebih dari 10 miliar itu tidak diberikan sekaligus kepada pihak ketiga, namun modal pembagunan bernilai puluhan miliar itu didahului oleh pihak ketiga, sesuai dengan kebutuhan mendesak melalui pengajuan dalam rapat Gugus Covid-19.


Meski modal bernilai 10 miliar lebih tersebut didahului pihak ketiga, Wahid mengklaim, saat ini pihaknya belum ada mengajukan pembayaran keuntungan kepada pihak ketiga. ” belum, belum ada (dicairkan)” kata Wahid Khusairi.

Saat dicecar apakah ada hubungan dana 10 millar lebih untuk pembagunan RSUD tersebut dengan perintah Bupati Batu Bara digunakan dengan memakai dana Covid-19, wahid Khusairi menegaskan pasti.

“Ya pasti ada,” kata Wahid.

Mega Proyek dana Covid-19 di RSUD Kabupaten Batu Bara.

Lebih lanjut Wahid mengklaim dari kebijakan Bupati mengkucurkan alokasi anggaran senilai Rp 10 miliar lebih melalui rapat Gugus Tugas dengan memakai dana covid-19 di RSUD tersebut, tidak ada masalah dengan hukum. Kata Wahid semua sudah sesuai aturan.

Seperti pembangunan pelebaran Jalan, proyek drainase, pengadaan kuburan bagi calon jenazah yang mati karena kasus covid-19, pelerjaan Pagar dan mushola di RSUD dengan memakai dana Covid-19 senilai Rp 10 milar lebih.

Pengadaan lahan untuk kuburan bagi calon jenazah positif Covid-19 yang mati di kabupaten Batu Bara.

Kata Wahid, baik pengunaan anggaran dari segi pembagunan jalan, pagar dan Mushola maupun kuburan di RSUD tersebut dibenarkan sesuai regulasi dan aturan berlaku, alasanya Wahid, karena sudah menjadi bagian kesatuan di RSUD, meskipun tidak ditemukan kasus pasien yang postif atau mati karena tertular kasus Covid-19 di daerah tersebut.

“Karena sudah menjadi bagian dari rumah sakit, ya rumah sakit itu kan harus ada segi keamaannya,,” kata Wahid, ‘itu tidak ada malasah”.

Pembagunan gedung baru di RSUD yang merupakan bagian dari dana Covid-19 kabupaten Batu Bara.

“Dari kebijakan ya tidak ada masalah, (tapi) yang bagian lain lain itu (seperti) menentukan spek, siapa-siapa saja (pihak ketiga) yang dipilih, itu bukan urusan kita,” ucap Wahid khusairi.

Saat Disoal siapa pihak ketiga yang mengerjakan mega proyek dari Dana Covid-19 di RSUD? apa ada hubungannya dengan Bupati menunjuk kerabat adik kandung Bupati seperti Loly Sastra ditunjuk sebagai rekanan pihak ketiga di megaproyek RSUD?, wahid berkilah.

“Aku enggak kenal sama si Loly, perempuan atau laki-laki dia,” tanya Wahid kepada awak media.

Wahid Khusairi tampak ogah dipusingkan dengan pertanyan siapa saja pihak ketiga yang ditunjuk Bupati mengerjakan mega proyek dari dana Covid-19 tersebut.

Siapapun Loly Sastra atau pihak ketiga yang ditunjuk Bupati, Wahid bilang, dirinya enggak tau siapa itu Loly Sastra atau pihak ketiga yang ditunjuk, “enggak tau saya, bukan urusan saya,’ timpal Wahid tampak menyingkatkan pembicaraan.

Wahid saat ditanya, apakah ada kewenagannya dalam menentukan siapa-siapa saja pihak ketiga yang mengerjakan mega proyek tersebut? Wahid menegaskan dirinya tidak ada kewenagan.

“Enggak-enggak (ada),” cetusnya. *

Berikut ini video pada pekerjaan mega Proyek dari dana Covid-19 di RSUD Kabupaten Batu Bara.

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

4 Comments

4 Comments

  1. ปั้มไลค์

    11 Juni 2020 at 1:47 am

    Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. A big thank you for your article.

  3. I really like and appreciate your blog post.

  4. SMS

    14 Juni 2020 at 4:54 pm

    Thanks so much for the blog post.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top