Connect with us

Kawanan Monyet di Batu Bara Kelaparan Gegara `Corona` hingga Acak-acak Kantor Pemerintah

Puluhan Monyet Kelaparan berlarian mengejar makanan di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara - Foto Istimewa/ KONTRA.ID.

KILAS DAERAH

Kawanan Monyet di Batu Bara Kelaparan Gegara `Corona` hingga Acak-acak Kantor Pemerintah

Kontra.ID — Wabah virus corona atau (Covid-19) tidak cuma berimbas pada umat manusia.

Kera atau monyet juga ikut merasakan dampak negatifnya.

Sekumpulan kawanan monyet, misalnya yang tinggal di hutan magrove, pantai Alam Datuk, Desa Kuala Indah, kecamatan Sei Suka, kabupaten Batu Bara, juga ikut merasakan kelaparan.

Sebab, primata itu sudah jarang mendapat makanan, baik dari warga hingga wisatawan di daerah itu ketika wabah corona muncul.

Pantauan Kontra.ID, Senin, (27/04/2020), wisatawan lokal maupun luar yang biasanya mengunjungi Pantai Alam Datuk, menurun drastis, tak terlihat seorang pun wisatawan yang berkunjung, karena meluasnya wabah Virus corona (Covid-19).

Akibatnya, kera-kera di pantai alam Datuk itu ikut merasakan kekurangan makanan ketika pemerintah, menghimbau agar warga, tetap di rumah saja.


Seperti diketahui, kawasan wisata pantai Alam Datuk tersebut merupakan kawasan dan rumah bagi kawanan monyet liar yang kerap berkeliaran di jalanan.

Tak ayal, akibat gempuran ganas dari covid-19, para gerombolan primata ini sampai nekat mengacak-acak kantor Pemerintah Kecamatan Lima Puluh Pesisir,  pada 13 April 2020 lampau.

Dilansir dari Zulnas.com, kera itu sampai mengacak-acak isi kantor camat Limapuluh Pesisir, hinggga merampas sebahgian makanan milik pegawai yang sedang bekerja di dalam kantor. Dimana posisi kantor tersebut juga tidak jauh dari sekitaran hutan magrove.

Melihat segerombolan kera yang ikut kelaparan ditengah pandemi ini, seorang warga lokal, Muhammad Arifin Efendi memutuskan memberikan sekumpulan monyet malang itu buah-buahan dan kerupuk di Desa Kuala Indah Dan Perupuk, pada senin, 27 Maret 2020 kemrin.

Menyadari tidak hanya manusia saja yang ikut merasakan dampak negatif dari virus covid-19, Arif pun meminta pemerintah daerah setempat untuk memperhatikan nasib kera di kawasan tersebut.

“Sebab, keberadaan monyet ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan dan pemasukan pendapatan untuk pemkab Batu Bara terutama di pantai datuk dan perupuk yang merupakan kawasan wisata kita,” cetus Arifin Effendi.

Sebelumnya, pada 13 April 2020 lampau, Gerombolan kera diduga kelaparan imbas dari gempuran covid-19 sempat menyerbu kantor Camat Lima Puluh Pesisir di Desa Perupuk, kabupaten Batu Bara.

Dilansir dari Zulnas.com, Menurut pegawai kantor Camat Limapuluh Pesisir pada 13 April 2020 silam, gerombolan kera itu masuk ke kantor camat karena kelaparan hingga membuka pintu mobil milik pegawai mencuri makanannya.

Pegawai itu mengaku tak habis pikir, dengan aksi monyet yang mampu membuka pintu mobilnya hingga mencuri makanannya. ***

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top