Connect with us

FPI Pasrah, Tak Bisa Beri Bantuan Hukum Ke Rizieq Di Arab

POLITIK

FPI Pasrah, Tak Bisa Beri Bantuan Hukum Ke Rizieq Di Arab

Kontra.ID — Sekarang FPI dan kelompok sebelah mungkin baru merasakan namanya pasrah, tak bisa berbuat banyak soal Rizieq yang kabarnya dicekal dan bermasalah di tanah suci. Biasanya, kalau di Indonesia, mereka garang dan merasa paling kuat, dengan gerombolan massa yang banyak. Tapi di Arab Saudi? Hmmm, mereka tak berdaya. Mereka malah minta tolong pada pemerintah.

Itu tidak masalah sih kalau mau minta tolong, tapi dulu-dulu sering menyerang terhadap pemerintah dengan ucapan yang kontroversial. Merasa paling powerful dan bisa seenaknya. Sekarang jadi bingung, dan malah membuat spekulasi liar kalau ada pihak yang bermain dalam pencekalan Rizieq.

Baca JugaHabib Rizieq Gancet Di Arab Saudi, Minta Dijemput Pulang


Padahal sudah dijelaskan oleh KBRI untuk Arab Saudi, bahwasannya Rizieq sudah habis izin tinggal di sana. Rizieq sampai saat ini belum dideportasi dari Arab Saudi meski izin tinggalnya habis per Juli 2018. Yang jelas, dikatakan bahwa tidak semua warga asing yang masa tinggal atau visanya habis akan langsung dideportasi oleh Arab Saudi. Bagi warga asing yang dianggap melanggar aturan, tidak akan langsung dipulangkan.

Baca saja penjelasan KBRI yang lebih mendetil di link ini untuk lebih jelas soal duduk perkaranya:

https://m.detik.com/news/berita/d-4232985/penjelasan-lengkap-dubes-ri-soal-duduk-perkara-habib-rizieq-di-saudi


Isu Rizieq ini sedikit banyak dimanfaatkan untuk politik. Biasa lah, musim kampanye telah dimulai. Kalau ada bahan baru untuk menyudutkan pemerintah, peluang ini cukup bagus, bukan?

Di sisi lain, FPI tak bisa memberikan bantuan hukum untuk Rizieq yang dicegah ke luar Arab Saudi. FPI menyebut permasalahan habib Rizieq di Arab Saudi bukan kewenangan mereka.

Baca: Visa Kadaluwarsa, Habib Rizieq Langgar Aturan Tanah Suci?

“Saya sebelum puasa 6 kali (bertemu Habib Rizieq), sebelum haji. Selama setahun saya 6 kali temenin beliau. Tapi kan tidak ada hubungan hukum dengan yang ada di Indonesia, jadi bukan yuridiksi saya,” kata Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro sebagaimana yang dilansir DetikCom.

FPI sendiri mempertanyakan sikap dari pemerintah Arab Saudi. Menurut Sugito, seharusnya, kalau izin tinggal Habib Rizieq sudah habis, tahap selanjutnya yakni deportasi. (Ini lagi, kan tadi udah dijelaskan KBRI, izin tinggal habis, belum tentu langsung dideportasi. Tak paham kalau tiap negara punya kebijakam dan aturan yang berbeda?)

“Saya sendiri juga nggak tahu kenapa, pemerintah Arab Saudi itu kan paling keras terhadap urusan imigrasi, orang yang over stay terus tidak disikapi. Kalau memang dia sudah over stay, kan harus dideportasi,” ujar Sugito.

BacaKenapa Prabowo Tidak Bantu Rizieq yang Sedang Bermasalah ?

Lho, kok FPI cuma mempertanyakan? Kok cuma bisa curiga? Biasanya kalau di Indonesia, mereka bakal emosi, kesal atau mungkin, maaf, ngamuk-ngamuk. Kalau masih belum bisa, mereka pakai jurus terakhir, kerahkan massa untuk demo. Itu, kan yang terjadi pada Ahok? Aksi berjilid-jilid, meski sudah diimbau jangan, tapi tetap ngotot, tak peduli apakah mengganggu kenyamanan pengguna jalan atau bikin repot atau habiskan anggaran pemerintah buat pengamanan. Mereka merasa terlalu kuat.

Nah, sekarang kan mereka protes tuh. Berani tidak demo kedutaan Arab Saudi? Kalau negara ini mah, mikir ribuan kali. Atau coba saja naik rakit ke negara tersebut dan demo di sana saja. Berani tidak? Malah mikir 7 juta kali. Negara tersebut tidak pandang bulu lho. Malah nanti kena titik-titik pulak. Jadi jelas mereka tak berdaya, hanya bisa pasrah dan cuma bisa protes.

BacaEa! Dulu Katanya Visa Rizieq Unlimited, Sekarang Kok Kadaluwarsa?

Nah, karena mereka tak berani, makanya ada kemungkinan pemerintah Indonesia yang dijadikan kambing hitam. Petinggi FPI sendiri menuding ada peran pemerintah Indonesia dalam pencegahan Habib Rizieq. Namun, saat dimintai konfirmasi, Sugito mengaku tidak tahu akan hal itu.

Lucu, kan? Menuding, tapi bukti entah di mana, saat dikomfirmasi malah mengaku tak tahu. Play victim terus deh.

“Sekarang saya merasa ini berdiri sendiri atau ada orang kuat di Jakarta yang buat supaya Habib Rizieq nggak bisa keluar tapi tidak disikapi, saya juga nggak tahu. Kalau sudah politik, saya nggak paham,” terang Sugito.

Kalau tak paham, kenapa bikin tudingan semacam itu? Jelas-jelas mau cari kambing hitam, kan?

“Jadi saat ini, pencekalannya itu mulai meningkat. Awalnya tamu dibatasi. Sekarang sudah mulai diperkecil lagi. Tidak bisa lebih dari lima. Nah, kemudian informasi terakhir malah tidak bisa keluar rumah sama sekali. Jadi betul-betul kayak tahanan rumah,” kata Slamet.

Kita hanya bisa prihatin soal ini. Biar mereka tahu gimana kerasnya aturan di luar negeri. Di negeri sendiri kita bisa saja jadi singa, tapi di negara lain belum tentu, mungkin saja kita jadi hello kitty.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber:

https://m.detik.com/news/berita/d-4234104/tak-beri-bantuan-hukum-ke-habib-rizieq-fpi-bukan-yuridiksi-kami

https://seword.com/politik/fpi-pasrah-tak-bisa-beri-bantuan-hukum-ke-rizieq-di-arab-berani-gak-demo-di-sana-vGe8O47Pb

4 Comments

4 Comments

  1. Like

    6 Agustus 2019 at 8:12 pm

    ZFN Liker, Photo Liker, Autolike, Increase Likes, Photo Auto Liker, auto liker, auto like, Working Auto Liker, Autolike International, autolike, Status Liker, Auto Like, Auto Liker, Status Auto Liker, autoliker, Autoliker, Autoliker

  2. Wimfrers

    14 Oktober 2019 at 4:51 pm

  3. Wimfrers

    15 Oktober 2019 at 5:07 am

  4. Ashfrers

    15 Oktober 2019 at 7:27 am

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in POLITIK

To Top