Connect with us

Warga Kecewa, Proyek PU di Medang Deras Hampir Rampung Sudah Rusak Parah

KILAS DAERAH

Warga Kecewa, Proyek PU di Medang Deras Hampir Rampung Sudah Rusak Parah

Kontra.ID – Sejumlah masyarakat di kecamatan Medang Deras kabupaten Batu Bara pada rabu (12/9) sekira pukul 14:00 wib mengaku kecewa.

peningkatan ruas jalan (Rigit Pavement) di kelurahan pangkalan dodek menuju desa sei buah keras Kecamatan Medang Deras yang hampir rampung ini sudah banyak yang rusak parah sehingga meghawatirkan warga sekitar, yang sebelumnya proyek ini juga sempat diperotes layaknya seperti jalan kubangan binatang.

Baca Juga: Proyek APBD Batu Bara Mirip “Kubangan Binatang”


Menurut warga, penyebab cepat rusaknya proyek senilai Rp. 1.4 Miliar yang bersumber dari anggaran APBD tahun 2018 itu, akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh dinas penyelengara kegiatan, sehingga Cv. Ganesha, selaku pihak penyelengara, semau perutnya melaksanakan pekerjaan.

Kondisi jalan bergelombang

Bahkan, diduga proyek tersebut tidak sesuai dengan gambar perencanaan dan pelaksanaan Rancangan anggaran belanja (RAB) atau lazimnya disebut tidak sesuai bestek.

“Kita harapkan pemerintah kabupaten melalui setda Batubara untuk memblack list Rekanan Cv. Ganesha, karna dalam realisasinya terindikasi bermuatan korupsi tanpa menghiraukan hajat masyarakat sebagai pihak penerima manfaat”, Ucap Bakri, Salah satu warga yang juga mendesak agar Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Hunainsyah untuk tidak membayarkan proyek ini.


Sebagaimana yang dikatakan warga, selain adanya indikasi pengurangan volume pada Lapisan tanah dasar (sub grade), pondasi bawah (subbase course), dan pondasi atas (base course), serta mengurangkan ketebalan pada lapisan permukaan (Surface Course), sedangkan besi Cor beton yang digunakan tidak memakai besi berlabel SNI, melainkan mengunakan besi Banci atau BJKU, sehingga ketahanannya patut diragukan.

Disejumlah titik bahu jalan mencekung dan bergelombang, sedangkan besi cor penahan mengunakan BJKU

Padahal, seharusnya Sambung Bakri, “semua pihak penyelenggara proyek-proyek pemerintah sudah seharusnya mengacu pada perpres no 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa. “Jadi, semua material yang digunakan diwajibkan memakai material ber-SNI, jangan sampai pihak terkait semau perutnya saja melaksanakan pekerjaan ini” bebernya seraya meminta agar pihak kejaksaan maupun kepolisian untuk segera melakukan supervisi penindakan hukum apabila kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen melakukan serah terima Provisional Hand Over ( PHO ). [kontra/***]

Continue Reading
You may also like...
7 Comments

More in KILAS DAERAH

To Top