Connect with us

Ratusan Warga Boikot Sosialisasi Pembebasan Lahan Kuala Tanjung

Sosialisai pengadaan lahan untuk perluasan pengembanhan Pelabuhan Kuala Tanjung tak berjalan seperti yang diharapkan pemerintah, hingga Sekda Batu Bara dan Pelindo ditinggal warga karna tidak adanya kejelasan nilai ganti untung atas lahan milik mereka yang akan digusur.

KILAS DAERAH

Ratusan Warga Boikot Sosialisasi Pembebasan Lahan Kuala Tanjung

Peliknya lahan proyek kerap mengganjal kelancaran proyek pemerintah. Tidak terkecuali proyek strategis nasional yang ada di Kuala Tanjung, hingga warga sampai memboikot menghadiri sosialisai pengadaan lahan untuk perluasan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Kontra.id — Sosialisasi pengadaan lahan untuk perluasan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara kembali mendapatkan penolakan.

Penolakan berawal saat sekretaris Daerah (Selda) Kabupaten Batu Bara Sakti Alam Siregar bersama  Pelindo, PT PPK serta pejabat BPN mengelar rapat konsultasi publik terkait pembebasan lahan di Balai Desa setempat, Selasa (11/02).

Dalam rapat tersebut, ratusan dari warga dusun III, IV dan V, Desa Kuala Tanjung berharap adanya penjelasan besaran nilai ganti untung atas lahan dan bangunan milik mereka yang akan digusur pemerintah.


Sayangnya, harapan warga pupus lantaran sosialisasi hanya membahas seputaran penjelasan teknis desa mana saja yang bakal disetujui sebagai lokasi proyek pengembangan.

“Konsultasi publik ini hanya sebatas menyetujui lokasi Kuala Tanjung dan Kuala Indah untuk dibangun pertamina, soal harga kita belum bicara, kita masih bicara soal kesepakatan lokasi aja,” kata Sekda Batu Bara Sakti Alam Siregar.

Lebih lanjut Sekda kabupaten Batu Bara menegaskan bahwa hal itu “baru bisa dilakukan oleh tim appraisal setelah terbit izin penetapan lokasi (penlok), termasuk pertanyaan kapan pembayarannya,” ujar Sakti..


Penjelasan Sakti bukannya menenangkan warga, justru kehadirannya dalam rapat tersebut semakin menyulut emosi, ratusan pemilik lahan akhirnya memboikot menghadiri sosialisasi (membubarkan diri), hingga tersisa pihak penyelenggara dengan kondisi bangku kosong.

Beberapa warga mengaku kecewa dengan sosialisasi ini lantaran mereka berharap segera mengetahui berapa harga ganti untung untuk bidang tanah atau bangunan yang terdampak.

Bahkan warga mengaku sudah berulang kali bersabar menanti jawaban dari pemerintah, namun berulang kali pula mereka hanya diberi harapan kosong.

“Yah sekarang gini aja pak (Sekda) , kalau harganya cocok kami setuju,” protes warga Dusun V seraya meningalkan ruangan.

Informasi yang diperoleh Kontra.id, terdapat ratusan warga yang diundang dalam sosialisasi ini, namun, dari ratusan undangan yang beredar justru diboikot warga dengan tak menghadiri sosialisasi, hingga merobek surat undangan, karna tidak adanya kejelasan nilai ganti untung atas lahan milik mereka yang akan tergusur. **

Continue Reading
You may also like...

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top