Connect with us

Pol Air Sumut: Emak-Emak Silahkan melaut, Tapi Jangan Pakai pukat trawl

KILAS DAERAH

Pol Air Sumut: Emak-Emak Silahkan melaut, Tapi Jangan Pakai pukat trawl

Kontra.ID – Kedatangan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto di sejumlah tempat di kabupaten Batubara, sebelumnya disambut demo oleh Emak-emak dari kalangan istri para buruh nelayan pukat trawl Tanjung Tiram di Markas Satpol Air  didesa Suka Jaya pada rabu (12/9/2018) Sekira pukul 10.30 wib.

Mereka berdatangan dari sejumlah desa kecamatan Tanjung Tiram, diantaranya dari Desa Bagan Dalam, Suka Jaya, Bogak, Pahlawan sekitar Kec Tanjungtiram dan sisa lainya ada juga yang berasal desa dari kecamatan Talawi.

Kehadiran emak-emak dalam hal ini agar meminta aparat penegak hukum untuk mengizinkan nelayan melaut dengan memakai peralatan yang seadanya demi memenuhi kebutuhan hidup.


Baca JugaRibuan Nelayan Pagurawan Terancam Mati Kelaparan

“Kami kemari menuntut agar keadilan ditegakkan, kami juga ingin hidup,” teriak para nelayan trawl mini yang juga mereka sebut nelayan kecil modren di sela-sela aksi.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi nelayan saat ini (nelayan tradisional dan trawl) dapat segera diselesaikan secara bijak, sehingga tidak ada lagi yang merasa dirugikan dan kembali melaut menangkap ikan seperti biasa.

“Kami sudah belasan hari tidak melaut karena banyaknya larangan, sehingga sudah tidak mempunyai simpanan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk keluarga sehari-hari,”ujar Iyan dan Ibrahim nelayan trawl didampingi istri dan anak-anak tercinta.


Hal yang sama juha diungkapkan Ijah seorang ibu nelayan bahwa mereka terancam kelaparan karena sudah tidak mempunyai stok beras lagi di rumah untuk di masak. Sebab tidak memiliki penghasilan dari laut. Bahkan untuk membiayai sekolah anak tidak mampu. “Ini dampak  suami kami yang tidak lgi bisa melaut karena pelarangan terhadap alat tangkap tersebut,”ujarnya.

Sebagian nelayan juga mengaku  sudah berusaha mengalihkan alat tangkap maupun menumpang melaut jaring, namun hasil pendapatan minim tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-haru.

“Ini telah dilakukan suami saya mengalihkan dengan alat tangkap lain sampai menumpang sebagai ABK nelayan jaring hanya mendapat Rp 15 ribu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya sambil mengharap adanya solusi yang bijak dan adil menyikapi persoalan nelayan saat ini.

Kehadiran massa nelayan trawl diterima langsung oleh Wadir Pol Air Sumut AKBP Untung Sangaji didampingi AKBP N Siahaan, Kanit Markas Pol Air Batubara, Ipda Heru Ediyanto, Kasat Intel Polres Batubara, Kapolsek Labuhan Ruku AKP Selamat M.

Dalam pertemuan tersebut mereka tidak ada melakukan pelarangan terhadap nelayan melaut sepanjang tidak menggunakan pukat trawl.”Emak-emak Silahkan suruh suaminya melaut, tapi inggat, jangan menggunakan pukat trawl,” ujarnya.

Kepada nelayan juga diminta agar mereka diberikan waktu dalam upaya penengakan hukum dan menerima aspirasi nelayan untuk selanjutnya dilaporkan  ke  pimpinan dan apa jadi putusan nanti dapat dipatuhi.(RED)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Beginilah Bentuk Bela Sungkawa Polres Batubara atas Gempa Tsunami di Palu - Kontra Kontra

Leave a Reply

Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top