Connect with us

Pernyataan Kades Ujung Kubu Bertendensi Bunuh Karakter Muhammad Ghozali

KILAS DAERAH

Pernyataan Kades Ujung Kubu Bertendensi Bunuh Karakter Muhammad Ghozali

Kontra.ID — Petugas Pendamping Desa (PPD) Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara, Muhammad Ghozali, akhirnya angkat bicara mengenai pernyataan kepala Desa Ujung Kubu, Nurdin yang menyebut dirinya (Ghozali) akan bercerai dengan istri hanya karna persoalan dana BumDes milik Desa yang tak kunjung dapat dia selesaikan, sehingga membuat Ghozali sampai menangis-nangis ke kades.

Menurut Ghozali, pernyataan Kades Nurdin sangat bertendesi membunuh karakternya untuk menutupi keteledoran pihak desanya sendiri dalam mengelola dana Bumdes, yang kini tak kunjung dapat diselesaikan karna ulah kades itu sendiri sebagai biang keladinya.

Padhal kata Ghozali, dalam pengelolaan dana Bumdes yang berkaitan dengan
Keterlambatan kepengurusan masuknya tabung Gas LPG pada  BumDes di desa Ujung Kubu itu, pihak kades disebut Ghozali sebagai biang keroknya, sehingga jadi laman terealisasi.


“Pernyataan Kades itu sangat bertendesi pembunuhan karakter (character assasination),” kata Ghozali melalui keterangan kepada Kontra.ID, Minggu (14/7/2019).

Dia menilai, pernyataan kades tersebut lebih pada pernyataan pribadi dan terkesan melampiaskan kegalauanya karna baru saja ditinggalkan oleh istri berapa minggu silam.

“Dia itu berbicara mungkin dalam keadaan galau, justru yang berecarai dengan istri adalah kades itu sendiri, saya hanya mengatakan sama dia jangan sampai apa yang sudah diberitakan oleh media tentang saya, membuat keluarga saya berantakan karna ulah pak kades itu sendiri yang menghambat pengurusan Bumdes, dan sumpah demi Allah, saya tidak ada menagis-nangis sama dia, dia yang justru minta tolong saya datang, makanya saya datang” bantah Ghozali.


Kepada Kontra.ID, Ghozali memberikan penjelasan soal kata-kata Kades tersebut tidak bermaksut istrinya yang meminta cerai seperti apa yang diutarakan kades hingga membuatnya datang sampai menangis-nangis histeris.

Dia mengaku jangan sampai apa yang sudah diberitakan oleh media terhadap pemberitaan di sosial media akibat ulah kades yang menghambat pengurusan pembayaran gas LPG itu, membuat keluarga dia (Ghozali) jadi berantakan hanya karna keteledoran pihak desa sendiri dalam mengelola Bumdes yang berdampak ke dirinya.

Untuk itu Ghozali meminta pihak kades untuk segera dapat menyelesaikan kekurangan pembayaran atau di batalkan terkait dengan dana pembelian tabung gas LPG di Bumdes tersebut.

“itu saja yang saya sampaikan ke kades, tak benar jika dia sebut saya nangis-nangis karna istri saya minta cerai, dan tidak juga saya tidur dirumahnya, dia saja yang minta saya tidur dirumahnya, saya tidak bisa karna saya sudah punya rumah dan keluarga sendiri” kata Ghozali.

Kepala Desa Ujung Kubu, Nurdin

Diberitakan sebelumnya, Kades Ujung Kubu, Nurdin menyebut
Muhammad Ghozali, datang menangis saat menjumpainya, dengan tujuan agar kasus Muhammad Ghozali terkait dugaan melarikan Uang Bumdes senilai Rp 60 juta di dua desa kecamatan itu tidak dinaikan oleh sang kades.

Dengan mengetahui hal itu, Kades meminta kepada pihak media agar menghentikan semua polemik dan pemberitaan yang berkaitan dengan kasus Muhammad Ghozali atas apa yang sudah dilakukannya di dua Badan Usaha milik Desa tersebut.

Hal ini dilakukan kades Nurdin karna tak kuat dan tak sanggup lagi menahan tangisan dan kesedihan Muhammad Ghozali saat mendegar dia akan berpisah dengan istri akibat perkara tersebut.

Betapa tidak, mendegar kejadian itu membuat Nurdin sampai  berubah fikiran. Bahkan, dia mengungkapkan, agar kasus itu ditutup saja dan dapat deselesaikan dengan baik baik.

“Tadi malam ada dia datang kerumah saya, sampai nangis-nangis tidur dirumah saya, jadi itu maksut ku kalo bisa diceritakan baik baik, diselesaikan ajalah itu dengan baik biak” ungkap Kades Ujung Kubu, Nurdin kepada Kontra.ID, Sabtu, 13 Juli 2019.

Nurdin juga menceritakan kesedihan Ghozali ibarat Sudah  seperti jatuh, tertimpa tangga lagi, karna istri nya mungkin akan meminta berpisah setelah kejadian ini.

“Maksutnya begini, dia kemarin minta tolonglah nangis-nangis bilang istrinya minta pisah, kalo bisa gini kejadianya, aku kan gini merasa terharu aja dia sama binik dia kan mungkin akan pisah (cerai) itu yang agak terharu aku” kata Kades Nurdin seraya memita media untuk tidak lagi membesar-besarkan aib Muhammad Ghozali.

Namun Saat ditanyakan kepada Kades Nurdin terkait rencana serangan Muhammad Ghozali seperti yang diutarakanya di Facebook, dan sudah dimuat di laman berita Suaradesasumut.com dengan Judul “Tak Terima Boroknya di Bongkar, PLD Kecamatan Nibung Serang Kades Ujung Kubu“.

Kades Nurdin hanya menjawab hal itu tidak ada masalah baginya.

“Kalo aku dihujat-hujat dia pun di facebook itu tidak ada permasalahan bagi aku, aku biasa aja saat digitukan orang, tapi dia (Muhammad Ghozali) itu saat digitukan orang kan langsung marah dia, kalo dapat dibolo-bolo (dipelihara) ajalah dia itu klo dapat begitu” saran Nurdin dengan harapan kasus itu dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Lantas siapa yang bersalah atas lambannya permasalahah BumDes di desa tersebut, uang Bumdes Ujung Kubu sudah disetorkan ke Ghozali, namun tabung Gas Elpj buat keperluan Bumdes Desa Ujung Kubu tersebut kenapa tak juga kunjung direalisasikan?

“Jadi sebenarnya salahnya tak taulah aku, pening kepala aku, jadi Ghozali ini orangnya agak cengeng, aku kalopun dihujatnya tidak ada masalah sama aku, asal jangan kenak atas diri aku sudah, itu aja” pungkasnya.

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top