Connect with us

Peringati Hari Sumpah Pemuda, GMNI Asahan perkuat Wacana Industri 4.0

KILAS DAERAH

Peringati Hari Sumpah Pemuda, GMNI Asahan perkuat Wacana Industri 4.0

Kontra.ID — Perkembangan zaman telah memberi kemajuan yang signifikan kepada banyak dimensi kehidupan para kaum pemuda. Beberapa teknologi ditemukan dan digunakan untuk mempermudah pekerjaan anak muda dimasa kekinian, adapun dimanfaatkan untuk menambah khazanah pengetahuan dan kemampuan di bidang produksi pada sektor industrialisasi institusi yang sedang memegang kendali atas berkembangnya peradaban dunia.

Dunia para kaum muda pada saat ini juga tengah menghadapi era revolusi industri ke empat, atau kini lazim disebut sebagai Revolusi Industri 4.0. Kondisi itu, ditandai dengan penggunaan mesin digital sehingga menyebabkan pengasingan terhadap kehidupan umat manusia dibidang sektor produksi.

Selain Pemerintah sendiri telah meresmikan roadmap dalam rangka menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini, dengan istilah “Making Indonesia 4.0”. Maka secara tak langsung pihak kementrian telah memaksa anak muda Indonesia dalam menghadapi revolusi teknologi digital tersebut.


Tentu dalam “Making Indonesia 4.0”, pemerintah sendiri tak bisa berjalan sendirian tanpa peran anak muda. Terlebih lagi, targetnya adalah menunjang seluruh elemen untuk  mempercepat visi pencapaian Indonesia menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Namun faktanya dilapangan membuat kaum muda semakin gelisah, lantaran data yang ada menyebutkan jika tingkat produktiftas manusia Indonesia masih terbilang rendah di kawasan Asia. Jika demikian, kekhawatiran pun muncul mengenai kesiapan Indonesia dalam menjalani Revolusi Industri 4.0 saat ini.

Menyikapi rasa kehawatiran itu, Komunitas yang mengatas Namakan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia | GMNI Asahan mengadakan diskusi Publik yang diadakan pada Minggu (28/2018) di Aula YLBH-CNI Kisaran.


Adapun dalam pertemuan tersebut diharapkan materi Revolusi Industri 4.0 menjadi pemahaman-pemahaman kepemudaan secara utuh dan menjadi narasi yang terus di wacanakan dan menjadi isu “sexy” sampai hari ini. jika wacana itu tidak dikembangkan, maka kaum muda akan lebih tertarik pada isu politik praktis ketimbang pembinaan kepemudaan itu sendiri dalam menghadapi Industri 4.0

“penting untuk kita yang masih muda ini mendapat pemahaman secara utuh melalui kegiatan ini” Ujar Ketua GMNI Komisariat Fakultas Hukum UNA, Romanus.

Terlihat juga Riko Baseri Koto sebagai pemateri memberikan sitimulus pandangan kepemudaan dalam mengahdapi era Industri 4.0 namun tetap dalam frame kebudayaan “Pantai Timur”

Dalam materi yang disampaikanya juga diharapkan para Pemuda untuk segera mempersiapkan diri di massa era industri 4.0. yang ditandai dengan konektivitas sistem informasi dan kecerdasan buatan manusia yang mampu menggerakkan industri dengan sedikit input dari pemanfaatan atas manusia.

“Industri masa kini dan mendatang tidak hanya membutuhkan problem solver, tapi juga systems integrator. Bukan hanya data analyst, tapi big data scientist. Kolaborasi dan system thinking menjadi norma tak terpisahkan dalam seluruh operasional perusahaan”

mengingat tantangan kedepan lebih ketat lagi, “bahwa Mentri Perdagangan sewaktu turun ke Kuala Tanjung menyatakan 45 % perdagangan dunia akan singgah ke Batu Bara, ini menjadi baik bagi sumut dan akan menjadi tantangan bagj kita dalam dunia persaingan” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Yayasan LBH CNI, Zamal Setiawan memberi tanggapan positif dengan adanya kegiatan tersebut, “Jadi begini ya?..proses pertukaran fikiran itu terjadi karena pertengkaran fikiran namun bukan pertengkeran urat yang salah satunya melalui diskusi, kita apresiasi kegiatan itu dan ini menjadi penting untuk pembentukan karakter pemuda kedepannya” pungkasnya. [Kontra/**f]

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top