Connect with us

Pemkab Batubara Pasang 15 Cash Register untuk Mata-Matai Transaksi Restoran dan Hotel

KILAS DAERAH

Pemkab Batubara Pasang 15 Cash Register untuk Mata-Matai Transaksi Restoran dan Hotel

“Dalam tahap ini, Rencana Pemerintah Batu Bara memasang alat perekam transaksi pajak di sejumlah hotel, restoran dan tempat hiburan di Kabupaten Batu Bara akhirnya terlaksana”.

Kontra.ID — Semua hotel, restoran, dan tempat hiburan yang berada di kabupaten Batu Bara, akan dipasangi mesin perekam transaksi Cash Register mulai hari ini, Senin, 17 Juni 2019.

Mesin pemata-mata pajak ini untuk mendukung transparasi pembayaran pajak oleh wajib pajak (WP) yang berasal dari ketiga usaha tersebut.

Guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu, Bupati Batu Bara, Ir Zahir Map langsung menyebarkan pemasangan alat perekam transaksi tersebut ke sejumlah hotel dan rumah makan dan tempat hiburan.

Hotel, Restoran, dan Tempat Hiburan Dipasang “Cash Register” agar WP Dituntut Jujur Bayar Pajak

Bupati Batu Bara, Ir Zahir Map saat menyampaikan Maklumat dalam acara sosialisasi Pengunaan Mesin kasir.

Alat Cash Register yang dianggarkan oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retrebusi Daerah (BPPRD) itu akan segera dipasang di meja kasir dan tersambung langsung dengan pencatatan transaksi di kantor BPPRD setempat, agar seluruh WP dituntut jujur membayar pajak.


Hal ini sesuai dengan instruksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminimalisir terjadinya kebocoran PAD.

“Dengan terpasangnya alat ini data transaksi wajib pajak bisa kita pantau langsung” Kata Zahir, saat melakulan uji coba penggunaan mesin Register di hadapan WP, di RM Sempurna Desa Tanjung Gading, pada senin (17/6/2019).

Apabila WP Tidak Mengunakan Mesin cash Register, Pelanggan Dihimbau Untuk Tidak Membayar

Bupati Batu Bara, Ir Zahir Map saat menyampaikan Maklumat dalam acara sosialisasi Pengunaan Mesin kasir.

Jadi bagi wajib Pajak yang tidak mau mengunakan alat pembayaran itu saat sedang bertransaksi, Zahir Menghimbau kepada seluruh pelanggan agar tidak membayar.

“Pelanggan silahkan makan gratis sepuas-puasnya dan tidak perlu bayar ke kasir.” Tegas Zahir

Hal itu dilakukan, Lanjut Zahir, salah satu upaya Pemerintahanya dalam mengoptimalkan pendapatan pajak daerah, agar rumah makan maupun Hotel dan tempat hiburan itu benar benar memakai struk dengan alat yang disiapkan kepada ketiga Usaha tersebut.

“Jadi jika ditemukan ke tiga pemilik usaha ini tidak mau pakai alat yang kita siapkan dan masih pakai alat manual, kita himbau kepada seluruh pelanggan tidak usah dibayar, pelanggan bisa nginap di hotel gratis maupun makan di restoran dengan gratis, bisa sepuas-puasnya.

“Nah, ketiga pelaku usaha ini mau pilih mana? rumah makan dibayar pakai struk dengan bayar pajak 10 persen (dari uang konsumen) melalui alat ini, ataukah yang makan enggak bayar”

Sanksi Bagi WP yang menolak

Bupati Batu Bara, Ir Zahir Map saat menyampaikan Maklumat dalam acara sosialisasi Pengunaan Mesin kasir.

Zahir dengan tegas menyebut, tidak ada alasan bagi WP untuk menolak dipasangi alat itu. Karena, setiap personel BPPRD Batu Bara yang turun memasangkan alat ini sudah mengantongi perbub dan perda. Selain tentunya instruksi KPK RI juga.

“Jadi tak ada alasan bagi WP untuk menolak. Jika WP masih ngotot tetap menolak, tentu kita minta mereka membuat surat pernyataan penolakan, sebelum tim lainnya mengeksekusi, baik memasangkan plang, BPPRD line hingga penutupan tempat usahanya,” tegasnya.

Penghargaan Bagi Yang Menjalankan Mesin Cash Register

Bupati Batu Bara, Ir Zahir Map saat menyampaikan Maklumat dalam acara sosialisasi Pengunaan Mesin kasir.

Sebagai upaya untuk mendorong sekaligus memotivasi wajib pajak, pemerintah Batu Bara pun akan memberikan penghargaan kepada mereka (WP) yang berhasil menyumbangkan pajak daerah dengan nominal terbanyak, tepat waktu, dan tidak memiliki tunggakan

“Penghargaan juga akan kita berikan kepada wajib pajak dengan syarat harus memenuhi tiga kriteria, yakni nominal terbanyak, tepat waktu, dan tidak memiliki tunggakan” Cetusnya.

Berdasarkan Perda Batu Bara Nomor 9 tahun 2010 dan Undang-undang nomor  28 tahun 2009

Wakil Bupati Batu Bara, Oky Iqbal Frima saat menambahlan materi dalam acara sosialisasi Pengunaan Mesin kasir.

Sementata wakil Bupati Batu Bara, Oky Iqbal Frima menambahkan bahwa dengan terpasangnya alat perekam transaksi ini, seluruh data transaksi wajib pajak bisa terpantau langsung di kantor BPPRD secara Online, sehingga setiap restoran maupun warung makan diwajibkan menarik pajak pada konsumen sebesar 10 persen.

Hal tersebut ditegaskan Oky, berdasarkan peraturan Daerah (Perda) Batu Bara nomor 9 tahun 2010 tentang Pajak dan Retrebusi Daerah dan Undang-undang nomor  28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retrebusi Daerah.

“Alat ini kita gunakan secara on line yang langsung dapat dimonitoring seberapa besar pemerimaan pajak untuk pemerintah Batu Bata dalam transaksi pada saat itu juga” ujarnya.

Harapan Wakil Bupati Batu Bara

Wakil Bupati Batu Bara, Oky Iqbal Frima saat menambahlan materi dalam acara sosialisasi Pengunaan Mesin kasir.

Oky juga berharap kepada wajib pajak yang mendapat alat tersebut untuk dapat menjaga, memelihara dan mengunakan sebagai penunjang kelancaran adminstrasi dan penatausahaan bagi pelaku usaha di kabupaten Batu Bara.

Sistem self Assement Belum Maksimal Memberikan PAD

Plt Kepala BPPRD Batu Bara, Rijali saat melakulan contoh uji coba penggunaan mesin Register atau Cash Register di hadapan WP.

Disaat terpisah, Plt Kepala BPPRD Batu Bara, Rijali menambahkan bahwa selama ini beberapa sektor pajak yang menggunakan sistem self assement dinilai masih belum maksimal dalam memberikan PAD bagi daerah.

“Kalau sudah dipasang alat ini, tentu mereka tidak bisa lagi dipungut pajaknya setiap hari karena semua sudah tercatat di alat yang kita pasang,” ujarnya

Berdasarkan data dari BPPRD Batu Bara, ada sekitar lebih dari 200 WP akan ditargetkan dengan pemasangan alat transaksi ini secara bertahap.

Namun sebagai permulaan di tahun awal 2019, alat tersebut dipasang hanya di 15 tempat berbeda dengan menyisakan 7 stok sebagai alat cadangan, diantaranya meliputi 5 hotel dan 5 restoran sekaligus 5 tempat hiburan. Salah satu pernyrahannya hari ini dimulai dari Restoran RM Sempurna.

Rijali mengklaim, dengan alat perekam transaksi moderen itu dipastikan tidak akan ada kebocoran dalam transaksi wajib pajak daerah.

“Setiap hotel, restoran, ataupun tempat hiburan itu tidak akan dibebani biaya apa pun dalam sistem ini.” Katanya.

Hanya saja, petugas yang akan mengoperasikan mesin register tersebut diserahkan kepada wajib pajak.

BPPRD Akan Berikan pelatihan rutin selama sebulan penuh

Plt Kepala BPPRD Batu Bara, Rijali saat melakula uji coba penggunaan mesin Register atau Cash Register di hadapan WP.

“Untuk sumber daya manusia (SDM) kami serahkan kepada wajib pajak. Kami (Pemerintah Batu Bara) akan memberikan sosialisasi berupa pelatihan rutin selama sebulan penuh kepada mereka sebelum menjalankan sistem ini,” katanya lagi.

Menurutnya, hotel, restoran, dan tempat hiburan itu merupakan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang siginifikan dari kategori ini.

Harapan BPPRD Batu Bara

Plt Kepala BPPRD Batu Bara, Rijali saat melakulan contoh uji coba penggunaan mesin Register atau Cash Register di hadapan WP.

Dia pun berharap, PAD Batu Bara akan terus meningkat dari sektor tersebut.

Adapun PAD Kabupaten Batu Bara sampai November 2018 lalu, menurut pengalamannya memimpin kantor itu, sudah melebihi dari target, yakni mencapai 105,92 persen atau senilai Rp 33,776,501,304 dari target sebesar Rp 31,915,687,373 miliar.

Pihaknya bersama Bupati Batu Bara optimistis, menjelang tutup tahun 2019 ini target pencapaian akan terpenuhi. *Kontra/Tuah Aulia Fuadi

1 Comment

1 Comment

  1. best cbd oil

    25 Mei 2020 at 7:46 am

    Wonderful post! We are linking to this great article on our site. Keep up the good writing.|

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top