Connect with us

Pemkab Batu Bara Diduga Tidak Benar Lakukan Normalisasi Parit

KILAS DAERAH

Pemkab Batu Bara Diduga Tidak Benar Lakukan Normalisasi Parit

Kontra.ID — Direktur YLBH Cakrawala Nusantara Indonesia,  Zamal Setiawan, menduga bahwa proyek normalisasi parit yang dilakukan Pemerintah Batu Bara melalui dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di jalan Ahmad Yani, Udin Sutan Syarif, Panglima Muda, dan Simpang Pasar Baru di kecamatan Medang Deras tidak dilakukan dengan benar.

Menurutnya, hingga kini sejumlah saluran parit atau drainase yang dinormalisasi itu tidak berfungsi dengan maksimal untuk menampung air ketika hujan terjadi.

Padahal, sudah ratusan juta anggaran dana Pemerintah Batu Bata yang telah dihambur-hamburkan pada tahun 2017 lalu.


“Kami menduga kalau proyek normalisasi salurann drainase (parit) di kecamatan Medang Deras itu belum dilakukan dengan benar, sehingga proyek yang sempat dikerjakan oleh oknum Kontraktor Leonardo Manurung dengan mengatasnamakan Cv Shalsabila Utari dengan anggran APBD 2017 senilai Rp 387.746.000,00 berjalan tidak semestinya,” kata Zamal, Minggu (17/3).

Inspektorat Batu Bara Dan BPK Diminta Periksa Cv Shalsabila Utari

Dugaan mark up dalam proyek Normalisasi Saluran Drainase ini seolah luput dari audit BPK-RI.


Dugaan mark up dalam proyek Normalisasi Drainase tersebut dikerjakan oleh perusahaan Cv Shalsabila Utari, diduga dilaksanakan tidak mengacu pada teknis kegiatan berdasarkan pagu yang ditetapkan dalam RAB.

Akibat mark up nya proyek itu, BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dan Inspektorat Batu Bara diminta segera bekerjasama dengan pihak kejaksaan maupun kepolisian untun memeriksa Leonardo Manurung selaku pemilik proyek tersebut.

Bos Cv Shalsabila Utari, Leonardo Manurung.

Hal itu dikatakan Bakri, salah seorang warga yang juga berprofesi sebagai konsultan. Disebutkannya, dugaan mark up terkait proyek normalisasi Drainase itu terus menjadi pergunjingan diberbagai lapisan masyarakat.

Sebab diduga dalam proses pengerjaan normalisasi drainase yang dibagun pada tahun 2017 yang lalu difiktifkan oleh oknum konttaktor Cv Shalsabila Utari sepanjang 2.780 meter, yang seharusnya dinormalisasi sepaniang 5,177 meter, namun yang direalisasikan hanya 2,397 meter.

“Sehingga, proyek dengan anggaran sebesar Rp. 387 juta ini menjadi keuntungan ganda bagi kontraktor Cv Shalsabila Utari, sehinga drainase ini kembali tidak berfungsi” bebernya

1 Comment

1 Comment

  1. Royal CBD gummies

    19 Februari 2020 at 2:52 am

    Major thankies for the article.Thanks Again. Cool.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top