Connect with us

Pembebasan Lahan Kuala Indah Ricuh, Massa Berteriak hingga lempar Bangku

KILAS DAERAH

Pembebasan Lahan Kuala Indah Ricuh, Massa Berteriak hingga lempar Bangku

Penolakan warga desa Kuala Indah terjadi pada rapat sosialisasi pembebasan lahan untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di kabupaten Batu Bara, pada Senin (10/2/2020).

Kontra.id —  warga Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, mengobrak-abrik ruang rapat sosialisasi pembebasan lahan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, di kabupaten Batu Bara, Senin (10/2/2020).

Mereka menyeret dan melempar bahkan memukul sebagian mebel dan bangku keluar dari gedung balai Desa setempat. Bahkan sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dengan petugas.

“Pemkab berikan kejelesan kepada Masyarakat, Kau (Pemkab Batu Bara) bela Kami bukan pengusaha yang kau bela, masyarakat hanya minta terbuka,” teriak Ketua Forum Pemuda dan Pemudi Kuala Indah (FPPKIN), Ok Mahyuddin.

Aksi kericuhan ini bertujuan memblokir rapat sosialisasi pembebasan lahan karna mereka merasa tidak dilibatkan dan pemerintah dituding hanya mengundang pihak tertentu.

Para aparat langsung turun dan melerai kericuhan. Baik Pejabat Pemerintah dan Pelindo beserta warga dibawa keluar lokasi dan didamaikan agar tidak emosi.

Tak sampai disitu, sekelompok massa kemudian berteriak bahwa Pemerintah Batu Bara tebang pilih, seharusnya Pemerintah setempat mengundang 260 orang pemilik lahan, namun dalam rapat hanya mengudnag 160 orang.


Sebajagian Warga Kuala Indah protes tak dilibatkan dalam sosialisasi pembebasan lahan.

“Pak, Kami lebih mengerti di dalam (desa) ini pak, yang sudah didata 260 sekian, kenapa yang diundang 160 sekian,” kata warga.

Dilansir dari Zulnas.com, terdapat 100 warga yang tak diundang dan berakhir menyerbu dan mengobrak-abrik ruang rapat yang mengakibatkan Pemerintah Batu Bara lumpuh atas aksi ricuh itu.

Sementara Kepala Desa (Kades) Kuala Indah Matsyah menduga ada pihak yang sengaja memprovokasi warga untuk menciptakan kerusuhan.

“Kejadian ini sudah kita prediksi. Kita tahu provokatornya”, kata Kepala Desa Matsyah. ****

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top