Connect with us

Pemadatan Asal Jadi, Proyek APBD Batu Bara Mirip “Kubangan Binatang”

KILAS DAERAH

Pemadatan Asal Jadi, Proyek APBD Batu Bara Mirip “Kubangan Binatang”

Kontra.ID – Diduga akibat pemadatan jalan asal jadi alias tidak sesuai dikerjakan dengan spefikasi. proyek peningkatan ruas jalan (Rigit Pavement) di kelurahan pangkalan dodek menuju desa sei buah keras Kecamatan Medang Deras ini nyaris mirip kubangan binatang.

Menurut sejumlah warga disekitar lokasi, Senin (11/9) bahu jalan yang hampir menyerupai tempat kubangan binatang itu, merupakan lanjutan proyek peningkatan ruas jalan milik dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Rung (PUPR) kabupaten Batu Bara.

Tampak proyek peningkatan Jalan milik dinas PUPR Batu Bara mirip kubangan Binatang

Peningkatan jalan ini merupakan proyek dinas PUPR Batu Bara yang dilaksanakan oleh Cv. Ganesha dengan besaran beban anggaran senilai Rp. 1.425.400.000,00, “masak pula kegiatan dengan anggaran yang sebesar ini dalam tahapan pengerasannya tidak memperhatikan Lapisan tanah dasar (sub grade), pondasi bawah (subbase course), dan pondasi atas (base course), pantaslah pulak proyek ini dibilang mirip kubangan binatang, apa lagi pengerasannya masih menghandalkan Sirtu alias pitrun kelas C yang sebenarnya tidak wajar dalam kaidah konstruksi Rigit Pavement/ Rigit Beton. ” ujar Warga bernama Bakri


Dikatakanya lagi, bahwa dalam proses pemadatan pengkerasan bahu jalan ini seharusnya terlebih dahulu memperhatikan Lapisan tanah dasar, pondasi bawah beserta pondasi atasnya dengan mengunakan alat berat Double Drum Roller. ” selama ini dari pihak Cv. Ganesha sendiri kan tidak pernah mau menjalankan kaidah-kaidah ini!!!, jadi wajarlah jika disejumlah titik jalanya banyak yang mencekung kedalam, bergelombang dan berserakan, ah sudah pas lah itu kalo kit bilang proyek ini mirip kubangan binatang.!!!” Bebernya lagi

Masih menurut pandangan Bakri yang juga berprofesi sebagai tehnik sipil ini, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan pandanganya yang juga bekerja sebagai konsultan, diantaranya Varian pekerjaan yang seharusnya mengunakan Agregat Kelas A/B pada laisan tanah, pondasi bawah dan atas malah yang dimasukan oleh pihak rekanan adalah Sirtu/ pitrun kelas C secara global sehingga pengerasan jalan ini tidak berjalan maksimal.

Tampak proyek peningkatan Jalan milik dinas PUPR Batu Bara ini meyerupai kubangan Binatang

Seterusnya Bakri menambahkan, “mungkin boleh jadi sistem pengawasan di lingkup Dinas PUPR selama ini memang sengaja diperlemah, sehingga membiarkan pihak rekanan maupun konsultan pengawas di lapangan bermain cantik sebagai tim pelengkap formalitas, jadi ada kesan semisal rekanan dan pihak pihak yang bertangung jawab dalam proyek ini hanya bertujun untuk mengejar target berita acara Serah Terima (BAST) dalam merebut komisi (fee)  meskipun nantinya yang dikerjakan mereka belum tentu sesuai dengan rencana awal pekerjaan yang sudah tertera dalam arsip HPS/RAB.


“Bila perlu, dalam hal ini Plt Bupati Batubara sudah sepantasnya memblack list Rekanan Cv. Ganesha, karna sudah jelas tujuanya hanya mau merampok keuangan APBD Batu Bara tanpa menghiraukan hajat masyarakat sebagai pihak penerima manfaat”, tukasnya seraya meminta  agar Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Hunainsyah untuk tidak membayarkan proyek ini ke rekening Cv. Ganesha meskipun nantinya TIM PHO telah menandatangani kontrak tersebut.

Baca JugaProyek Pembangunan Gagal Dilelang, Masyarakat Batu Bara Dirugikan

Sementara Ketua Himpunan Mahasiswa Medang Deras, Muhammad Fauzi (25) juga meminta agar tim Kejaksaan maupun kepolisian yang bertugas di kabupaten Batu Bara untuk segera bertindak tegas atas pengawasan proyek yang mirip dengan kubangan binatang tersebut. Karena dinilai kualitas pekerjaan proyek ini tidak sesuai pada gambar perencanaan dan pelaksanaan sehingga dapat diindikasikan sebagai kerjaan titipan dari salah satu pejabat ASN dinas tersebut.

“Artinya, bila negara kita harus mengalami kerugian secara terus menerus yang tidak semestinya sesuai pada nilai kontrak anggaran dengan realisasi itu kan namanya korupsi. Bila perlu proyek yang dikerjakan oleh Cv. Ganesha ini juga harus menjadi bahan evaluasi bagi pihak APIP/ Inspektorat setempat “, katanya, seraya meminta Jaksa dan aparat kepolisian  untuk bersiap siaga dalam melakukan supervisi penindakan dikala pihak-pihak terkait hendak melakukan serah terima Provisional Hand Over ( PHO ) antara Pihak Kontraktor Pelaksana dengan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ), hingga sampai berakhir dimasa Pemeliharaan Final Hand Over ( FHO) atau Serah Terima Akhir masa kontrak dinyatakan selesai.

Baca Juga: Beredar Isu, KPK Turun ke Batu Bara

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek ini saat dihubungi belum bisa dikonfirmasi, hingga berita ini digubrik.

Sementara sebelumnya, saat dihubungkan ke via telefon Ketua Pokja ULP Batu Bara, Arman terkait dengan tahapan progres maupun teknis pelaksanaan kegiatan ini ia minta untuk mengkonformasi kepada PPK maupun PPTK. [Kontra/***]

Continue Reading
You may also like...
12 Comments

More in KILAS DAERAH

To Top