Connect with us

Oky isi Seminar Bisnis Bebas Riba, Tapi Sepakat Utang Pakai Bunga

KILAS DAERAH

Oky isi Seminar Bisnis Bebas Riba, Tapi Sepakat Utang Pakai Bunga

Kontra.ID — Wakil Bupati Kabupaten Batubara Oky Iqbal Frima mengingatkan para peserta seminar untuk berbisnis tanpa riba dalam agenda Open Seminar dengan Tema “Peluang Bisnis Bebas Riba”  dilaksanakan di Gedung Aula STM Budhi Dharma, pada Sabtu (19/10/19).

Di depan para seluruh peserta itu, Oky menegaskan untuk berbisnis, tapi jangan ada Riba-nya, sebab riba itu haram hukumnya dalam syariat Islam.

Faktanya keinginan Wakil Bupati kabupaten Batubara itu mengajak seluruh peserta seminar dengan berbisnis bebas dari riba tampaknya berseberangan dalam realitasnya.


Sebab, pemerintah Batubara sedang dalam proses penarikan utang pembangunan Infrasteuktur kepada PT SMI sebesar Rp. 139 miliar dengan jaminan suku bungganya sebesar 7,6 sampai 7,8 persen pertahun.

Bahkan Rencana penarikan Utang itu pun, menurut Oky, dinilai sudah melewati proses dan tahapan serta kajian yang panjang, sehingga tujuan utang tersebut dia sepakati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batubara. Dengan catatan suku bungganya harus dibayar  7,6 sampai 7,8 persen pertahun.

Oky Iqbal Frima saat menyepakati rencana pengajuan Utang kepada PT SMI senilai Rp.139 miliar di Paripurna DPRD Batubara.

“Perlu kami tegaskan, bahwa kebijakan pengajuan pinjaman (utang) daerah yang akan dianggarkan pada pos pembiayaan daerah sudah kami pertimbangkan dengan cermat untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Batubara,” kata Oky seperti dikutp media ini dengan judul “DPRD Batubara Setuju Tahun Depan Bupati Zahir Tarik Utang Rp 139 Miliar


Riba Termasuk Salah Satu Dosa Besar

Dalam konteks syariah (hukum Islam) memakan riba termasuk salah satu dosa besar.

Riba menurut al-Qur`ân ditegaskan dalam surah Al-baqarah ayat 275, Allah mengharamkan praktek riba.

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allâh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. [al-Baqarah/2:275]

Ditegaskan dalam Al-Qura’an terkait hal pinjam meminjam dengan suku bunga tersebut termasuk kategori transaksi yang haram dan dosa besar.

Misalnya PT SMI memberikan pinjaman kepada Pemerintah Batubara senilai Rp.139 miliar, dengan syarat Pemerintah Batubara harus mengembalikan uang pokok pinjaman beserta bunga tambahan 7,6 sampai 7,8 persen pertahun. Oky Dalam hal ini sebagai Wakil Bupati Batubara telah menyepakati Bungga tersebut sejak Rabu 25 septembee 2019.

Hal itu juga tak mencerminkan bahwa ajakan wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima kepada peserta untuk benar-benar berbisnis bebas dari riba, ternyata juga hanya manis di mulut saja.

Saat ditanyai soal Riba kepada Sekretaris Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) kabupaten Batubara, Sari Darma Sembiring mengatakan dosanya sama seperti menjinahi ibu sendiri.

Ia lantas mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang paling ringan dosa riba itu ibarat seperti seorang anak yang menjinahi Ibu Kandungnya Sendiri. (HR. Al Hakim)

“Saya teringat kawan saya ketua BKPRMI sumut Zulchairi pernah berpesan bahwa di dalam Agama Islam Bunga (RIBA) Pinjaman itu dosanya seumpama bersetubuh dengan ibu Kandung sendiri” sentil Sari Darma Sembiring.

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

1 Comment

1 Comment

  1. ปั้มไลค์

    20 Oktober 2019 at 11:19 am

    Like!! Thank you for publishing this awesome article.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top