Connect with us

Mahasiswa Serdang Bedagai Salurkan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung

Foto Persatuan Mahasiswa Serdang Bedagai (PERMAS) Saat Menyalurkan Bantuan Kepada Korban Rumah Roboh Akibat Angin Puting Beliung.

KILAS DAERAH

Mahasiswa Serdang Bedagai Salurkan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung

Kontra.ID — Persatuan Mahasiswa Serdang Bedagai (PERMAS) menyalurkan bantuan kepada warga yang menjadi  korban angin puting beliung.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pengurus PERMAS kepada warga yang terkena musibah, di tenda milik Kementerian Sosial RI/ Dinas Sosial Sergai, Dusun II, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis, 24 September 2020.

Ketua Umum PERMAS, Muslim Lubis, mengatakan bantuan yang diserahkan adalah bentuk rasa kepedulian organisasi kepada warga yang rumahnya roboh akibat diterpa angin puting beliung.

“Kami berharap bantuan yang kami salurkan ini, bisa memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban bapak Sulaiman dan Iwan bersama keluarga yang terkena musibah,” kata Muslim kepada wartawan, saat menyerahkan bantuan tersebut.

Muslim menjelaskan, bahwa bantuan yang berupa uang dan sembako tersebut adalah hasil penggalangan dana yang dilakukan organisasi PERMAS, setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya rumah roboh akibat angin puting beliung.

“Setelah dapat kabar ada warga Sergai yang terkena musibah, kami langsung sepakat melakukan aksi penggalangan dana. Setelah berjalan lima hari, kami rasa bantuan sudah terkumpul, kami langsung datang ke tempat korban,” jelas dia.


Sementara itu, Korban Rumah Roboh akibat puting beliung, Iwan, mengucapkan terima kasih kepada organisasi PERMAS yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya.

“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami, pastinya bantuan ini memang sangat kami harapkan, semoga Allah membalas segala kebaikan anak-anak mahasiswa,” ungkapnya.

Iwan juga mengharapkan supaya keluarganya bisa kembali memiliki rumah yang layak untuk dihuni.

“Sudah lima bulan lebih kami tinggal di tenda, kami sangat berharap agar bisa punya rumah lagi,” harap Iwan.

Iwan pun turut menjelaskan musibah yang mereka alami memberikan trauma kepada keluarganya, terutama sang anak, yang kerap menangis ketakutan apabila ada angin yang berhembus ke tenda pengungsian mereka.

“Karena kejadian itu, anak ku selalu menangis ketakutan kalau ada angin yang niup ke tenda kami. Tapi mau gimana, aku belum mampu untuk membangun rumah lagi,” ungkapnya.

Penikmat Khazanah Filosufistik

4 Comments

4 Comments

  1. zortilonrel

    6 Oktober 2020 at 5:59 pm

    I don’t unremarkably comment but I gotta admit appreciate it for the post on this one : D.

  2. zortilo nrel

    13 Oktober 2020 at 5:53 pm

    I’m very happy to read this. This is the kind of manual that needs to be given and not the random misinformation that is at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc.

  3. naturalization lawyer

    15 Oktober 2020 at 12:24 am

    I like this site its a master peace ! Glad I observed this on google .

  4. froleprotrem

    20 Oktober 2020 at 1:25 pm

    WONDERFUL Post.thanks for share..more wait .. …

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top