Connect with us

Ketegangan Mencemaskan Antara Ketua TBUPP – Oky Picu kegaduhan, Zahir Diminta Bersikap

Wakil Bupati kabupaten Batubara Oky Iqbal Frima saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Foto Dok@2019

KILAS DAERAH

Ketegangan Mencemaskan Antara Ketua TBUPP – Oky Picu kegaduhan, Zahir Diminta Bersikap

Besar kapal, besar pula ombaknya. Pepatah itu seolah menggambarkan bobot masalah yang dihadapi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara, Zahir dan Oky Iqbal Frima setelah masuknya pihak ketiga, bernama Syaiful Syafri.

Kontra.ID — Pernyataan wakil Bupati Kabupaten Batubara, Oky Iqbal Frima, tentang kondisi Pemerintah Batubara menjelang 1 tahun kepemimpinannya bersama Zahir, telah menunjukkan adanya ketegangan dan polarisasi yang mencemaskan setelah masuknya pihak ketiga, ialah Ketua Tim Bupati Untuk percepatan Pembangunan (TBUPP), Syaiful Syafri.

Sebelumnya, Pernyataan yang mengejutkan datang dari Oky dalam satu utasan pada Rabu (6/11), mempertanyakan kinerja Ketua TBUPP, Syaiful Syafri, yang dianggap belum membawa keberhasilan yang berarti bagi Pembagunan kabupaten Batubara.

Selain menuding Syaiful Syafri tak lebih hanya menjadi penumpang gelap di tengah gejolak pembagunan di Batubara, Politikus partai Gerindra itu juga bercerita tentang kebingungannya menyaksikan kerja Syaiful Syafri memimpin TBUPP, yang terkesan menjadi mesin dalam kategori pebisnis birokrasi yang cenderung menimbulkan kekacauan, dengan mencopot dan mengangkat sejumlah pejabat di Dinas-dinas Pemkab Batubara.


Akibat hal itu, Oky Beranggapan Syaiful Syafri telah menimbulkan ketegangan yang mencemaskan dikalangan Pegawai Negeri Sipil di kabupaten Batubara.

“Ini sudah menjelang satu tahun kepemimpinan saya dengan Pak Bupati, saya rasa sekian bulan saya belum pernah lihat adanya kinerja Ketua TBUPP, selain mengangkat jabatan dan menonjobkan jabatan PNS – PNS. Apalagi mengajak investor masuk berinvestasi di Batubara yang pernah dikatakanya dulu tidak pernah itu,” Tuding Oky.

Akibat kecemasan itu, Oky berasumsi banyak dari kalangan Kepala Dinas dan PNS – PNS di Batubara yang lebih takut ketua TBUPP, Syaiful Syafri, dibandingkan dengan Sekda, Sakti Alam Siregar.


“Kalo saya rasa setelah terbentuknya tim ini, PNS – PNS lebih takut sama ketua TBUPP dari pada Sekda-nya, makanya saya bingung ini, jangankan sama Sekda, wakilnya pun sudah tidak diharagainya lagi,” katanya.

Ketegangan Mencemaskan Antara Ketua TBUPP – Oky Picu kegaduhan

Lantas Pernyataan Oky itu mulai memicu ketegangan di masyarakat, hingga ketua Srikandi Tangguh Batu Bara, Wan Azimah sampai meminta agar Pemerintah Batubara untuk tidak mempertontonkan hal-hal yang kurang mendidik publik dibalik pertikaian antara Syaiful Syafri dan Oky tersebut.

Ketua Srikandi Tangguh Batubara Wan Azimah.

“Kami berharap para pemimpin kami bisa secepatnya menyelesaikan polemik ini agar situasi pemerintahan bisa berjalan dengan baik.” Demikian disampaikan Wan Azimahz, dalam keternagan persnya hari ini, Senin, (11/11/2019) di Limapuluh.

Bagi Wan Azimah, bahwa Pembusukan dan kerusakan yang terjadi pada sebuah masyarakat, organisasi Pemerintahan, atau suatu lembaga negara, biasanya diawali oleh rusaknya mentalitas dan moral pemimpinnya.

Wan Azimah pun percaya, bahwa ikan busuk itu dimulai dari kepalanya. Jadi kalau Pemerintah Batu Bara mau mengakhiri kegaduhan anatara Wakil Bupati dan Ketua TBUPP tersebut, yang harus dipegang adalah kepalanya lebih dahulu, sebab Pembusukan akan terus terjadi di bagian kepala itu.

Untuk itu, Azimah tak mau kedaulatan rakyat kabupaten Batubara yang diwujudkan dalam hasil pemilihan Bupati dan wakil Bupati tahun 2018 lalu dirampas oleh penumpang gelap.

“Ibarat apel dalam keranjang kalau (ada) satu yang busuk jangan buang sama keranjangnya, namun campakan apel busuk itu,” kerasnya.

Aktivis HMI itu juga mengultimatum Bupati, apabila Zahir membiarkan atau tidak segera mengakhiri kegaduhan antara Oky Dan Syaiful Syafri, maka pihaknya akan meminta agar DPRD menggunakan hak interpelasi guna meminta keterangan Zahir soal alasan tidak mau mengakhiri polemik tersebut yang dianggap telah melakukan pelanggaran etika, dan peraturan perundang-undangan.

“Jangan salahkan kami kalau kami akan turun ke jalanan” tutupnya.

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

1 Comment

1 Comment

  1. ปั้มไลค์

    11 November 2019 at 10:13 pm

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top