Connect with us

Ironi Lansia Miskin di Batu Bara, Bertahan Hidup di Daerah Miskin

Ironi Lansia Miskin di Batu Bara, Bertahan Hidup di Daerah Miskin.

KILAS DAERAH

Ironi Lansia Miskin di Batu Bara, Bertahan Hidup di Daerah Miskin

Kontra.ID — Berbicara mengenai masalah kemiskinan di kabupaten Batu Bara, Sumut, yang masih bertengger diangka 51 ribu rakyat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan di daerah itu, hingga saat ini memang tak ada habisnya.

Berbagai akar permasalahan serta solusi yang dicanangkan oleh pemerintah Batu Bara untuk mengentaskan kemiskinan, belum sepenuhnya menyentuh ke akar masyarakat yang benar-benar kurang mampu dan membutuhkan.

Bahkan ada banyak orang tua di daerah itu mendambakan bisa hidup di masa tua yang bahagia, sebagaimana yang dijanjikan Bupati Batu Bara Ir Zahir Map dalam acara Rapat Forum Komunikasi Lanjut Usia (Lansia) seperti dalam pidatonya pada 5 September 2019 lampau, ingin mensejahterakan lansia agar lansia di daerah itu tak lupa hidup bahagia.

Namun janji Zahir tersebut hanya tinggal janji, hidup penuh dengan derita justru dialami oleh seorang nenek lanjut Usia (lansia) bernama Katinem (70) dan suaminya, Saring (68) bertahan hidup dengan penghasilan Rp2.800 per harinya dari hasil menjual Lidi.

Kedua lansia malang yang tinggal
di Dusun dua, Desa Mangke
Lama, Kecamatan Lima Puluh, Batubara ini, mengaku sudah selama bertahun-tahun menggeluti pekerjaan meraut daun kelapa, hanya sekedar untuk biaya hidup sehari-hari mereka, di rumah tua reot yang kian memprihatinkan.

Nenek Katinem menjabarkan harga dari menjual lidi Rp1.800 per KG. Namun dari kerja keras mereka mendapatkan Rp 2700 perhari.


Meski diusia senja nya yang sudah 70-an tahun, dengan memiliki penghasilan Rp.2700 per hari, mereka masih bersyukur diberi kesehatan dan dapat makan walau hanya lepas untuk sekedar makan.

Namun demikian, kedua lansia ini tak menepis sebelumnya pemerintah Batu Bara, pernah menjanjikan bantuan bedah rumah kepada bagi kedua lansia malang yang hidup miskin ini, namun karena tak ada biaya tambahan yang diminta pemerintah Rp13 juta. Kedua lansia ini pun kemudian mengaku pasrah tak jadi menerima bantuan bedah rumah tersebut.

Janji Manis Bupati Kepada Lansia

Sebelumnya pada 5 September 2019 lampau, dalam sebuah acara Rapat Forum Komunikasi Lanjut Usia, di kantor TP PKK di daerah itu, Bupati Batu Bara Ir Zahir Map mengatakan dirinya komit ingin menjadikan daerahnya sebagai kabupaten yang ramah bagi kehidupan lansia.

Komitmen itu kata Bupati Zahir bukan hanya dalam serimoni belaka, melainkan dirinya akan membagun kawasan yang ramah bagi para warga lansia agar para lansia itu, tidak lupa hidup bahagia.

“Komitmen kami terhadap kesejahteraan lansia sudah dituangkan ke RPJMD, termasuk mengalokasikan dana untuk kesejahteraan lansia ke tiap tiap desa dan OPD, yang nantinya akan langsung dibina oleh TP PKK agar mereka tak lupa bahagia” kata Bupati Zahir, seperti dikutip dalam pidatonya pada 5 September 2019.

Selengkapnya: Jumpa Ratusan Lansia, Zahir Janji Jamin Kehidupan Mereka

Never love anybody or anything, and instead, love everybody and everything.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KILAS DAERAH

To Top